Tidak Ada Setetespun Darah Muslim Yang Gratis

4 November 2008 pukul 14:46 | Ditulis dalam jalan-jalan, politik | 2 Komentar

Menjelang eksekusi pada para terpidana mati kasus Bom Bali I, Imam Samudra menyampaikan peringatan keras pada pemerintah dalam sebuah surat yang diterima Suara Islam, Senin (2/11). Dalam pesan tersebut, Imam Samudra menulis, “Tidak ada setetes darah muslim yang gratis.”


Imam Samudra juga mengingatkan pada pemerintah agar tak selalu mengikuti instruksi dari Amerika Serikat dalam setiap kebijakannya. Karena, Amerika sendiri sebenarnya sudah kalah dalam peperangannya melawan mujahidin di beberapa negeri muslim.

Ia melanjutkan, Semua kalangan juga sudah mengetahui bahwa Amerika dan sistem kapitalisnya sedang berada di ambang kehancurannya.

Pada Menhukam Andi Mattalata, Jaksa Agung Hendarman Supanji dan Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Abdul Hakim Ritonga, serta para hakim yang menangani kasus Bom Bali, ia mengatakan seharusnya mereka berpikir bahwa Amerika yang menjadi panutan mereka saja bisa hancur apalagi mereka yang hanya menjadi ‘kroco-kroconya’.

“Emangnya kalian pikir, kalau kami bertiga dieksekusi kalian bisa lenggang kangkung? Ya engga, lah. Orang mau masuk PNS aja mesti bayar apalagi nyogok, apalagi kalian mau ‘ngilangin’ nyawa mujahidin, ” ancamnya.

Di akhir suratnya, Imam Samudra berpesan, “Kallian bisa saja menentukan eksekusi kami, sesuai orderan dari bos-bos kalian, tetapi jawabannya adalah apa yang kau lihat, bukan apa yang kau dengar!”

muslimdaily

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. maaf saya ga pandai dalam masalah ini
    tapi kalo begini terus-terusan, kapan selesainya?
    perang darah aja terus…
    padahal mereka yg mulai nyalain
    kenapa banyak orang yg blom tentu terkait jadi korban?


    kapan selesainya juga kita akan tahu kok mas. tapi selama kejahatan dan kepahlawanan masih ada, dua kubu ini akan terus menerus berhadapan. tinggal kita mau memposisikan diri dimana dan bersama siapa. di pihak yang membela kebenaran atau kejahatan, dipihak bersama sang penjahat atau sang pahlawan. ada saatnya nanti dunia hanya ada dua kelompok yang menjadi jelas siapa mereka sebenarnya. saat itulah semua manusia akan terkelompok secara pasti dan jelas, mana para penjahat dan mana para pahlawan. tidak ada tempat ketiga atau selainnya. kita tunggu saja saat itu kalau Allah masih memberi kesempatan. toh di akhirat juga hanya ada dua tempat yang disediakan…surga dan neraka. semua akan menjadi jelas….jelas sekali tanpa keraguan sama sekali. tinggal rasa syukur dan penyesalan. syukur bagi penghuni jannah dan sesal tiada tara bagi penghuni neraka.
    kasihan bagi mereka yang tidak tahu hal jelas seperti ini. entah karena belum tahu atau tidak mau tahu.

    ehm….pernyataan anda: kenapa banyak orang yg blom tentu terkait jadi korban?
    baik juga kalau itu ditanyakan kepada para perokok aktif yang menjadikan orang bukan perokok menjadi perokok pasif.
    baik juga kalau itu ditanyakan kepada para koruptor yang menjadikan rakyat banyak sebagai korban berkepanjangan.
    baik juga kalau itu ditanyakan kepada para pelaku pendidikan yang menjadikan rakyat tak mampu bersekolah dan membayangkan kengerian tak berujung karena tak ada daya saing terkait ilmu dan ketrampilan.
    baik juga kalau itu ditanyakan kepada diri kita sendiri yang karena kurang teliti dan hati-hati menjadi salah penilaian terhadap orang lain.
    bukannya saya mau membela para terdakwa kasus ini. tapi cobalah kita berpikir adil. yang adil. fair…berimbang. karena selama ini kita muslimin sering di-underestimate-kan oleh orang-orang tak bertanggungjawab dan kita hanya diam bahkan turut mengiyakan. astaghfirullah…

  2. aku komentar lagi nih
    dari sumber yg kubaca(koran juga sih :P),imam samudra prnah menjadi tentara sukarela diafganistan melawan amerika dan plg membawa smua perasaan sedih,terluka,kekesalan,kemarahan…
    Mungkin ga sih ini adalah faktor dari jihatnya imam samudra cs,aku bayangkan klo aku yg berada diposisi imam samudra mungkin aku jg akan plg dgn membawa smua perasaan perang saat itu…
    hanya Allah Yang Maha Mengetahui


    ada omongan, musuhnya musuhku adalah kawanku. kawannya musuhku adalah musuhku, musuh kawanku adalah musuhku, aku musuhnya siapa…??? siapa yang musuhan…??? jangan misuh-misuh ahhh…
    kita sendiri jadi temannya amerika apa musuhnya amerika ya….(mode bingung on-off)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: