Andai Neraka dan Surga Tak Ada

4 November 2008 pukul 21:24 | Ditulis dalam curhat, irodatul khoir lil ghoir | 4 Komentar

Andai saja tidak ada kata Jannah dan Neraka… masihkah ada manusia yang mau beribadah kepada Allah????

Aku agak ketarik dengan kalimat ini ketika aku kasih komentar di salah satu blog. Lalu sang pemilik blog memberiku respon begini:


Jannah… milik Allah..
Jannah… hanya DIA yang dapat menentukan siapa yang berhak berada didalamnya..
Jannah… sebuah kata yang bagai magnet… membuat manusia bisa “lupa”… Lupa.. bahwa landasan utama yang menjadikan sebuah.. perbuatan bernilai dimataNYA adalah keikhlasan.
Satu ucapan.. bahkan satu “kerentek” dihati.. bahkan tanpa diucapkan.. dapat menurunkan ataupun menghilangkan nilai keikhlasan itu sendiri….
Jannah… seandainya saja tidak ada kata Jannah dan Neraka… masihkah ada manusia yang mau beribadah kepada Allah????

Aku jadi kepingin curhat aja di postingan ini. Aku bagi jadi beberapa poin yang memungkinkan bagi akalku yang terbatas ini bisa memahami. Sithik-sithik ae….ben gak mumetz…

1. Neraka.

2. Surga (jannah).

3. Yakin.

4. Iman dan ihtisab.

5. Andai-andai.

1. Neraka.

Konon, dia adalah sebuah sebutan yang digelarkan kepada sebuah tempat yang aku dan orang lain gak kepingin ngeliat apalagi bertamasya ke sana.

Banyak sekali kabar yang sudah datang kepada kita. Tapi tetep kabar thok. Itu pun kabar tentang ciri-cirinya doang. Sekedar gambaran. Yang mungkin tidak bisa mewakili keberadaannya secara apa adanya. Tapi yang jelas, semua kabar tentang ciri-ciri itu menunjukkan betapa dia adalah tempat yang gak enak sama sekali.

إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا

…Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang dlolim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (Al Kahfi: 29)

فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

…Maka takutlah kamu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. (Al Baqoroh: 24)

Na’udzubillahi min dzalika

2. Surga (jannah)

Konon juga, jannah adalah sebutan bagi tempat yang dijanjikan Allah bagi orang-orang yang beriman lagi bertaqwa. Bagi orang-orang yang suka membelanjakan harta dan menjual dirinya kepada Allah. Allah beli semua itu dengan ‘ganti rugi’ sebuah tempat yang indah-indah dan megah lagi menyenangkan.

Banyak juga ayat-ayat yang menceritakannya. Tapi sama saja dengan neraka, kabar yang sampai kepada kita cuma ngasih tahu ciri-cirinya doang, emang sih kabar tentang ciri-cirinya gak sebanyak ciri-ciri neraka. Ciri-cirinya lebih banyak diceritakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tapi paling gak sudah ada gambaran buat kita.

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar. (At Taubah: 111)

Dua hal ini, neraka dan jannah, memang sesuatu yang ghaib. Gak kasat mata, gak kedengaran suaranya. Bahkan dalam hati juga belum bisa dirasa. Dalam hal kerahasiaan jannah, dalam hadits qudsyi ada bunyi begini,

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

…berfirman Allah Tabaraka wa Ta’ala, “Aku sediakan bagi hamba-hambaKu para sholihin sesuatu yang mata belum melihat dan telinga belum mendengar dan belum terbersit dalam hati. (HR Bukhari)

3. Yakin.

Begitulah, neraka juga jannah, adalah hal yang tak terbayangkan. Perkaranya hanyalah kabar. Kabar yang disampaikan oleh Allah lewat RasulNya. Selebihnya dia adalah keyakinan. Hanya orang-orang yang yakin dengan keberadaannya yang bisa memahami dan mengerti. Bahkan dia adalah hal yang harus dipaksakan untuk meyakininya. Ada doktrin yang dicekokkan kepada manusia. Karena memang sebagian manusia harus dipaksa agar mau beriman kepada keduanya. (perkara ini menjadi salah satu rukun iman).

Yakin kepada neraka dan jannah bukan hanya yakin akan adanya. Tetapi juga yakin dengan semua perkara yang berkaitan dengannya. Termasuk didalamnya adalah usaha-usaha yang dilandasi keyakinan penuh dan kerja keras demi mencapainya. Bahwa jannah harus diraih dengan harga yang mahal. Sebaliknya, neraka adalah tempat yang harus dihindari dengan kekuatan hati dan keyakinan diri.

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Qur`an) yang telah diturunkan kepadamu (Muhammad) dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. (Al Baqoroh: 4)

4. Iman dan ihtisab.

Iman adalah landasan amal. Sedang ihtisab adalah semangatnya. Maka orang yang beramal dengan dilandasi iman dan bersemangat dengan berharap mendapat ganjaran (jannah), maka baginyalah apa yang dia harapkan, bahkan Allah berikan yang lebih baginya.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Ada lagi,

مَنْ اتَّبَعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا وَكَانَ مَعَهُ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا وَيَفْرُغَ مِنْ دَفْنِهَا فَإِنَّه يَرْجِعُ مِنْ الْأَجْرِ بِقِيرَاطَيْنِ كُلُّ قِيرَاطٍ مِثْلُ أُحُدٍ وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ قَبْلَ أَنْ تُدْفَنَ فَإِنَّهُ يَرْجِعُ بِقِيرَاطٍ

Begitulah, orang beramal mesti berharap ganjaran. Aneh kalau ada orang beramal namun tak berharap apapun. Atau malah dia itu hal dusta?

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari kita untuk meminta jannah Firdaus kepada Allah seperti ini,

إِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ الجنة فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ ، فَإِنَّهُ أَعْلَى الْجَنَّةِ وَأَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ، وَسَقْفُهَا عَرْشُ الرَّحْمَنِ

Dalam Al Qur`an ada contoh do’a yang merupakan do’a paling top dan banyak diucapkan orang, yakni

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka” (Al Baqoroh: 201)

Bahkan ada juga ayat yang menyuruh kita untuk ‘memburu’ pengampunan dari Allah. Menghindarkan diri dari neraka dan berharap masuk jannah dengan keridloan Allah.

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada jannah yang luasnya seluas langit-langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (Ali Imran: 133)

5. Andai-andai.

Inilah bagian yang paling menarik (paling gak bagiku), karena bagian inilah yang menjadikanku menulis layaknya naskah RUU pornografi.

Orang memang suka berandai-andai. Jujur saja, hampir semua suka melakukannya. Bahkan sering ada polling di media yang isinya cuma berandai-andai. Andai aku jadi presiden, andai aku jadi orang kaya, andai aku jadi artis porno, andai aku jadi perampok, andai aku jadi hakim agung, andai aku jadi semut, andai aku jadi burung, andai aku jadi kumbang, andai aku jadi daun, andai…..andai…..

Hhhh…..

Memang juga ada orang yang menjadi sukses dengan berandai-andai di awalnya. Bahkan konon, keberhasilan itu dimulai dengan angan-angan, berandai-andai.

Baik. Artinya ada angan-angan yang bisa diusahakan kewujudannya dan ada andai-andai yang mustahil terwujud.

Dienul Islam membatasi jenis angan-angan atau andai-andai ini. Pada perkara yang mungkin terwujud dan bahkan diniscayakan kewujudannya, maka dia mesti diadakan.

Andai aku beramal sholih maka Allah akan ridlo kepadaku dan aku ada peluang dimasukkan ke dalam jannah. Atau dibalik begini, andai aku jadi ahli jannah, oh..betapa beruntungnya aku. Lalu aku harus bagaimana? Nah, hal ini harus diusahakan.

Namun pada perkara yang mustahil kewujudannya maka berandai-andai adalah perkara yang dilarang. Andai aku jadi semut….ah ngaco.

Atau berandai-andai yang mengandung penyesalan atau keputusasaan, misalnya andai kemarin aku begini, maka gak bakalan jadi begini. Andai kau mau terima lamaranku dahulu itu gak bakalan kau hidup seperti ini.

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ ، احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَلاَ تَعْجِزْ فَإِنْ غَلَبَكَ أَمْرٌ فَقُلْ : قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ ، وَإِيَّاكَ وَاللَّوْ فَإِنَّهُ يَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

…orang beriman yang kuat itu lebih baik dan lebih Allah sukai daripada orang beriman yang lemah. Dan pada setiap sesuatu ada kebaikannya. Bersungguh-sungguhlah dalam usaha atas sesuatu yang memberikan manfaat (bagimu) dan jangan kamu lemah. Maka jika sesuatu perkara mengalahkanmu, maka katakanlah: Sudah (menjadi) taqdir Allah dan (sudah menjadi) apa yang Dia kehendaki.dan jauhilah (ucapan) ‘andai’. Maka sesungguhnya dia (berandai-andai) itu membuka (bagi) amalan syaithon. (musnad Humaidi)

Di kitab Quutul Quluub yang disusun oleh Syaikh Abu Thalib Muhammad bin ‘Ali bin ‘Athiyyah al Harits al Makiy dituliskan:

وقال سنيد عن يحيى بن أبي كثير: مكتوب في التوراة ملعون من ثقته مخلوق مثله، وقال سنيد: يعني أن يقول: لولا فلان هلكت، ولولا كذا ما كان كذا، ويقال: إن قول العبد لولا كذا ماكان كذا من الشرك، وقال في الخبر: إياكم ولو فإنه يفتح عمل الشيطان

Berkata Sunaid dari Yahya bin Abi Katsir,” Telah tercatat dalam Taurat , terla’nat bagi yang mempercayainya, (akan) tercipta yang semisalnya. Berkata Sunaid,” Yakni kalau (seseorang) berkata: Andai bukan karena dia, celakalah aku, dan andai saja tidak begini tak akan terjadi begitu. Dan dikatakan, jika seorang hamba mengatakan ‘andai saja tidak begini tak akan terjadi begitu’ adalah termasuk (perbuatan) syirik. Dan berkata di (kitab) al Khabar, “Jauhilah (ucapan) andai, maka sesungguhnya dia itu membuka (bagi) amalan syaithan.

Nah, poro sedherek sekalian, bagaimana? Masih mau berandai-andai neraka gak ada atau surga tak pernah dicipta?

Atau malah berandai-andai bisa merekonstruksi akhirat?

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Sombong sekali orang2 yg berandai2 seperti judul postingan ini


    iya mas Pria melambai. atau malah kasihan mereka ini ya….

  2. Lha iya, keikhlasan kita yang membawa kita membaca dan mengamalkan Al-Quran. Kalau memang Allah dan Rasuknya saw yang menyuruh kita mengejar jannah dan lari dari neraka… Sekali lagi mengejar jannah dan lari dari neraka itu karena kita mau menurut perintah Allah… Apa itu menghilangkan keiklhasan kita???
    Makanya ngaji Al-Qurannya diselesaikan, kan 3 bulan juga cukup, nggih Kang?


    nggih…nggih…Mbakyu Dokter…

  3. sufi aliran mana lagi nih….


    ada new world orde, sekarang mesti ada new akhirat ordo

  4. kalo neraka dan surga tidak ada,ya ga papa koq barangkali aja ALLAH masih punya yang lain and lebih nikmat dari surga(barang kali aja lo),cos qt tetep ibadah sama ALLAH sbgmn disebutkan dlm surat Adz-dzariyat yg bunyinya….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: