Nikah Bermodal Sekrup

1 November 2008 pukul 06:43 | Ditulis dalam irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, romantika | 7 Komentar

MARNING!

Postingan ini isinya tantangan. Bagi yang gak berani gak usah baca. Apalagi kasih komentar. Awas kalo nekatz. Kualat…!!!


حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ جِئْتُ لِأَهَبَ لَكَ نَفْسِي فَنَظَرَ إِلَيْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَعَّدَ النَّظَرَ إِلَيْهَا وَصَوَّبَهُ ثُمَّ طَأْطَأَ رَأْسَهُ فَلَمَّا رَأَتْ الْمَرْأَةُ أَنَّهُ لَمْ يَقْضِ فِيهَا شَيْئًا جَلَسَتْ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَكَ بِهَا حَاجَةٌ فَزَوِّجْنِيهَا فَقَالَ هَلْ عِنْدَكَ مِنْ شَيْءٍ فَقَالَ لَا وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ اذْهَبْ إِلَى أَهْلِكَ فَانْظُرْ هَلْ تَجِدُ شَيْئًا فَذَهَبَ ثُمَّ رَجَعَ فَقَالَ لَا وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا وَجَدْتُ شَيْئًا قَالَ انْظُرْ وَلَوْ خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ فَذَهَبَ ثُمَّ رَجَعَ فَقَالَ لَا وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ وَلَكِنْ هَذَا إِزَارِي قَالَ سَهْلٌ مَا لَهُ رِدَاءٌ فَلَهَا نِصْفُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَصْنَعُ بِإِزَارِكَ إِنْ لَبِسْتَهُ لَمْ يَكُنْ عَلَيْهَا مِنْهُ شَيْءٌ وَإِنْ لَبِسَتْهُ لَمْ يَكُنْ عَلَيْكَ شَيْءٌ فَجَلَسَ الرَّجُلُ حَتَّى طَالَ مَجْلِسُهُ ثُمَّ قَامَ فَرَآهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُوَلِّيًا فَأَمَرَ بِهِ فَدُعِيَ فَلَمَّا جَاءَ قَالَ مَاذَا مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ قَالَ مَعِي سُورَةُ كَذَا وَسُورَةُ كَذَا وَسُورَةُ كَذَا عَدَّهَا قَالَ أَتَقْرَؤُهُنَّ عَنْ ظَهْرِ قَلْبِكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ اذْهَبْ فَقَدْ مَلَّكْتُكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ

…..bahwasanya datang seorang perempuan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia berkata, “Ya Rasulullah. Aku datang untuk menyerahkan diriku.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhatikannya. Maka beliau menaikkan pandangan lalu menundukkan kepalanya. Ketika perempuan itu melihat bahwa beliau tak memutuskan apapun pada dirinya, duduklah dia. Maka berkata seseorang dari kalangan sahabat beliau, “Ya Rasulullah, jika tak ada keperluan bagimu dengannya, maka nikahkan (saja) aku dengannya. Lalu beliau bersabda, “Apakah engkau mempunyai sesuatu?” Maka dia berkata, “Tidak, demi Allah wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, ”Pergilah kepada keluargamu lalu lihatlah apakah engkau dapatkan sesuatu.” Maka laki-laki itu pergi, kemudian kembali lagi lalu dia berkata, ”Tidak ada, demi Allah wahai Rasulullah aku tidak dapatkan sesuatupun.” Beliau bersabda, ”Lihatlah walaupun (hanya) sebuah cincin dari besi.” Lalu dia pergi, kemudian dia kembali lagi lalu dia berkata, ”Tidak ada, demi Allah wahai Rasulullah walaupun (hanya) sebuah cincin dari besi. Akan tetapi ini ada sarungku.” Berkata Sahl, ia tidak mempunyai selendang maka bagi si perempuan itu separuh dari sarung itu. Maka bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ”Apa yang bisa engkau lakukan dengan sarungmu? Jika engkau memakainya dia tidak mendapat bagian sedikitpun dari sarung itu, dan jika dia memakainya engkau tidak mendapat bagian sedikitpun.” Maka duduklah laki-laki itu sampai begitu lama, kemudian dia berdiri (hendak pergi). Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya berpaling, maka beliau memerintahkan (agar dia dipanggil), lalu dia dipanggil. Maka tatkala dia sudah datang, beliau bersabda, ”Apakah ada yang engkau ketahui dari Al Qur`an?” Dia berkata, ”Padaku ada surat ini dan surat itu dan surat itu.” Dia menghitungnya (beberapa surat). Beliau bersabda, ”Apakah engkau menghafalnya?” Dia berkata, ”Ya.” Beliau bersabda, ”Pergilah (kepada perempuan itu). Maka sungguh aku telah menjadikan dia milikmu dengan apa-apa yang engkau ketahui dari Al Qur`an.” (HR Bukhari)

Haha…..

Sebuah kisah yang inspiratif dan membuat para bujang bertambah keberanian (buat nikah).

Sebentar.

Ada beberapa hal menggelitik. Apa tuh?

Ternyata perempuan yang berinisiatif gak papa tuh. Yang jadi hal penting tentunya kepada siapa seorang perempuan mesti mengungkapkan isi hati dan keinginannya, apalagi soal pasangan hidupnya? Awas, jangan salah orang, berabe entar. Hidup sekali kenapa mesti sial seumur-umur. Nah, bagi gadis-gadis yang udah naksir berat sama kebaikan dan kesolihan seorang laki-laki, kenapa gak? Jangan sampai keduluan perempuan lain lho. (Provokatoooooooorrrrrrrhh……..)

Berani berinisiatif ngeduluin ya mesti berani bertepuk sebelah tangan. Wusshh…gak ada bunyi tepukan. Kecewa? Boleh, tapi tetep menjaga keamanan dan ketertiban. Gak bikin kegaduhan atau pertunjukan aneh-aneh gitu. Adem ayem aja meski hati bergejolak.

Miskin harta gak masalah yang penting nikah. Gak mikir macem-macem kalau malah bikin orang gak berani ngejalanin. Yang penting agamanya oke, yang lain mah tinggal ngikut aja. Coba bayangin si anak muda sahabat Nabi yang di kisah itu. Mau nikah, ya nikah aja. Gak perlu rencana jangka pendek atau jangka panjang. Atau perlu persiapan yang sekian lama. Pake pacaran sekian tahun. Pake jalan bareng sekian bulan. Ah…refot amat. Nikah dadakan juga oke sih. Gak haram! Modalnya apaan dong…

Aha… si muda sahabat gak mikirin modal man! Cuma mikirin kesempatan yang ada mesti diraih gitu aja. Ada perempuan baik-baik jangan dilewatin. Taunya dia baik-baik? Ya begitu, mana ada perempuan jahat berani nyerahin diri sama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kalo gak bawa bekal kebaikan pada dirinya. Ekstrim aku bilang, dia juga bawa niat kuat buat ngejalanin agama bareng Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia ber’azzam buat membawa dirinya ke kehidupan sehari-hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mental mesti kuat man! Perempuan tangguh nih…. Persoalan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam gak berkenan ngambil dia jadi istri itu soal lain. Soal apa hayo… Nah, perempuan tangguh ginian sekarang susah nyarinya… bener gak sih? Perempuan yang ‘cuma’ ngandalin agamanya doang buat nyari suami yang dia harapin bisa mimpin dirinya buat ngejalanin agama ‘doang’ juga. Soal harta atau rupa, apalagi jabatan gak ada gambarnya!

Sekali lagi. Nikah gak butuh modal macem-macem kok. Si muda juga sempet ditanya sama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam soal ‘modal’. Dia gak punya secuil emas pun. Rumah juga kosong mlompong gak ada isi. Bahkan baju pun cuma yang nempel di badan. Satu doang. Sampe Rasulullah bilang, AYO CARI MESKI CUMA CINCIN DARI BESI…

Aku bilang SEKRUP…

Nikah pake mahar sekrup….. sip tuh, biar kenceng gak pake kendor hubungan kasihnya.

Eh, ternyata sekrup pun tak punya. Melaaaas tenan arek iki….

Tapi dia hebat. Berani inisiatif menikahi perempuan yang bahkan secara KTP gak dia kenal. (Aku jadi inget diriku ndiri nih. Secara KTP istriku dulu gak aku kenal. Sampai ijab kabul pun aku tak tau siapa nama komflitnya) jan tenan deh…. kok jadi narsis si???

Lalu?

Ya udah simpel aja buat modal nikah. Gak perlu mahar emas sak kuintal, atau mobil sekalian pabriknya. Atau perkebunan sak pegawainya. Atau dunia seisinya. Kalo manusia tangguh, dia akan menyiapkan dirinya dengan bekal ILMU. ILMU saja sudah cukup. ILMU tentang Al Qur’an, ILMU tentang sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. ILMU yang menjadikan dia jadi manusia beriman lagi bertaqwa. ILMU yang bisa mengantarkan pemiliknya kepada keridloan Allah. ILMU yang menjadikan dia dimasukkan ke dalam jannah.

Soal dunia?

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِب

7 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Assalamu’alaikum…

    Uhuhuhu… Sebenernya saya siap akh buat nerima tantangan ini…

    Akh, saya bener-bener memiliki azzam buat menyegerakan sunnah rasul itu. Saya sadar bahwa saya sama calon saya sudah “terlalu lama” jalan bareng, hampir 1 tahun!

    Kami berdua sudah bertekad buat itu. Tapi kenapa ya akh orang tua sekarang itu lebih mendasarkan pandangannya pada akal pikiran, logika, dan nafsu manusia yang serba terbatas itu. Mereka sama sekali tidak mengerti (atau mungkin tidak tahu) tentang pernikahan dalam sudut pandang Islam.

    Saya akui bahwa saya memang belum memiliki pekerjaan tetap (freelance), apalagi saya masih kuliah. Tapi bukannya lebih baik “tetap kerja” ya akh dibanding dengan “kerjaan tetap”? Dan saya juga yakin kalau Allah akan membukakan pintu rizki seluas-luasnya bagi orang yang menikah. Saya mengetahuinya dari Qur’an dan Hadits…

    Dan yang saya juga bingung, kenapa ya akh orang tua sekarang gak begitu bangga kalau anak-anaknya berniat hijrah belajar agama seutuhnya. Malah kita dibilang terlalu “keras” atau sejenisnya itu.
    Huhhuhu…

    Jadi bingung akh…


    ehm…ada yang nerima tantangan ternyata.
    oke juga.
    1. tetap kerja daripada kerja tetap. hehe….saya cocok Mas. setuju pilihan frase itu. kalo yang nganggur macem saya namanya apa ya……
    2. Al Qur’an dan Al Hadits, benarlah apa yang telah dituliskan di sana. (kecuali hadits palsu, dan quran palsu). kita yakin kita menang…
    3. tentang orang tua. iya, memang banyak, terlalu banyak bahkan orangtua yang gak nerima kenyataan bagi anaknya yang mau ngejalanin Islam meski buat diri anak itu sendiri. kemungkinan yang paling mungkin adalah karena mereka terlalu lama digerus dengan nilai-nilai diluar Islam. dikepung oleh nilai-nilai kapitalisme, nasionalisme, konsumerisme, jawanisme, kebudayaanisme, dunia-isme, wahn-isme, kebo nusu gudelisme, dan isme-isme lainnya Mas. (tau deh isme-nya memang baru kepikir, belum dibakukan). apalagi ditambah pemahaman yang kadang keliru tentang Islam lewat media-media mirip islam atau segala info miring soal Islam dan muslimin. jadilah mereka semakin phobi terhadap Islam.
    ini jadi tantangan buat kita orang muda untuk berda’wah kepada orang tua kita, iya kan Mas? birrul walidain…
    4. udah ah…malah panjang begini.

  2. soal tantangan kayak gini, saya juga tertarik nih! tp smentara baru tertarik, belom terlaksana! ok, saya setuju dan memang harus yakin dengan modal sekrup (apa ga salah nih, yg mendekati cincin besi, bukannya mur?? alias pasangannya baut?? kok sekrup??) doang bisa mengarungi bahtera pernikahan. dengan modal ilmu agama yang cukup, sebuah pasangan mestinya mampu menghadapi pahit-getirnya kehidupan. cuman… kadang-kadang dalam realita kehidupan di masyarakat (terutama, masyarakat kita, Indonesia), ada beberapa kasus yang mentok, ketika berhadapan dengan: PENDIDIKAN! apalagi saat ini biaya sekolah tidak ada yang murah! (CMIIW) Play group saja setahu saya tidak ada yang dibawah 500ribu untuk biaya masuknya, belom biaya per bulannya! bagaimana menghadapi hal yang satu ini? apa mas habib sudah punya solusinya?….


    boleh Mas Zuhudhi ganti dengan mur atau baut. cuma di daerah saya biasa dibilang sekrup ajah. hihi… soalnya kalau baut itu artinya pinter, sedang mur itu panggilan buat mbak Murtini. mur….mur….

    eh….realita kehidupan di Indonesia yang serba mahal. bener Mas, yang murah cuma satu, harga diri bangsa. ehm…kenapa gak dicoba bikin sekolah sendiri yang gratis (amal solih) yang berkualitas. apa bisa??? kenapa gak bisa? banyak orang pinter lagi kaya kok. lagian pendidikan itu kan hak warga negara. tanggung jawab para pemimpin buat ngedidik anak bangsa. mesti gratis kan….masa` gurunya gak dibayar? lho kan udah banyak fakta guru gak dibayar….bisa jalan kok. apalagi kalau gurunya malah rela gak dibayar, malah mereka bakalan penuh dedikasi deh….mau?
    kalau saya, play group buat anak ya di rumah saja. saya komplitin permainan mereka, dari yang lembut sampe yang keras. sampe gak mau sekolah. pernah didaftarin masuk TK tapi males berangkatnya. gurunya dateng ke rumah kasih tau dan (agak) komplain sama orang tuanya. saya bilang, itu bukti kalau sekolahnya kurang menarik bagi anak. bukti kurang berkualitas. namanya TK kan taman kanak-kanak, jadi rasanya seperti taman dong, nyenengin anak. kalau anak saya ternyata lebih suka bermain di rumah, artinya suasana di sekolah kurang ‘berasa’ bagi mereka. terus dia jawab begini, lho nanti anak-anak kurang pergaulan dong…. saya jawab, anda liat ndiri bu guru, anak-anak tetangga banyak yang bermain di rumah saya. mereka enjoy di sini. jadi begini saja, kalau sekolah bisa menjadikan anak saya tertarik untuk berangkat, itu sudah bagus. tapi kalau gagal, maka anak saya gak jadi saya sekolahkan di sana. setuju?
    akhirnya anak saya gak saya sekolahkan di TK mas Zuhudhi….
    begitu mereka siap bersekolah, tinggal dorong ajah….
    alhamdulillah mereka enjoy ngejalaninnya.
    buat anak mesti yang comfort kan…..biar gak ngerusak jiwanya. (wah jadi ngelantur kalo diterusin)
    kembali ke sekolah gratis deh…..kita coba yuk sebagai bentuk tanggung jawab moral generasi tua kepada generasi muda. yessss….

  3. Mohon do’anya saja mas, insyaAlloh saya punya modal ‘itu’ untuk menikahinya… ^_^
    Kalo niat saya baik untuk Ibadah, insyaAlloh selalu akan ada jalan menuju kesana Allohumma Amin…


    modal sekrup, Mas?
    mudah-mudahan Allah memudahkan urusanmu wahai saudaraku….amien….

  4. Amin ya Alloh…

  5. […] Pada dasarnya pria & wanita memiliki hak yg sama untuk mendapatkan cinta itu, tentu tidak ada alasan yg mengatakan bahwa wanita harus bersifat pasif sif sif siiiiffffff…. Hanya orang² yg berpikiran kerdil mengatakan wanita harus jaga image (jaim), menunggu pinangan seorang lelaki ato menunggu pangeran jatuh dari langit..(mati dunk..whihihihi) lha terus…??? ya buat yg merasa dirinya wanita mbok jgn ragu dan malu untuk mengungkapkan isi & perasaannya kalo memang sudah yakin bahwa pria itu mampu menjadi pendamping hidup serta dpt membimbing di jalan Alloh..iya toh..?? inga²…!!! jgn sampe nyesel si dia keburu di rebut wanita lain hanya krn malu & takut..wes poko’e sikat saja, tp liat² orangnya yah..?? (itu kata sodaraku) […]

  6. Nek emang udah pengen banget ma nikah nikah ja langsung soal maisyah ga usah takut.
    syaratnya harus yakin tawakkal orang aku aja waktu nikah punya uang cuma 50rebu doang tapi juga dah kesampean tuuu. kaloooo tunggu lama-lama tar kadaluarso lho dan tak jamin kamu nanti gelo super gelo ………………KOQ RA DARI DULU YA NIKAHNYA.
    yang perlu diingat ayat Allah ta’ala di surat an-nur ayat 32 sayang komputerku ga iso dipakai untuk arab entar lihat sendiri aja yaa? intinya kalau waktu nikah kita itu miskin maka Allah akan mengayakan kita. IN YAKUNU FUQOROA YUGHNIHIMULLAHU MIN FADLIH.
    ANDA YAKIN………………..??????????
    JALAN BISMILLAH……………………BERES DUNIA AKHERAT.

  7. ada gak ya di jaman sekarang wanita yang seperti digambarkan di atas…sekarang belum apa2 udah ditanya duluan ama ortu si cw ato si cw nya, gaji berapa, udah punya apa aja…akh jadi pusing….APA KATA DUNIA


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: