Nikah Sirri, Apaan Tuh

23 Oktober 2008 pukul 10:09 | Ditulis dalam aku gak tanggung, budaya, curhat, irodatul khoir lil ghoir, iseng, jalan-jalan, kehidupan, politik, serba serbi | 16 Komentar

Peringatan. Postingan ini ditulis dengan niat tulus. Gak pake marah dan nesu. Enjoy aja man….

Postingan suka-suka ini aku dedikasikan buwat temen-temen blogger, utamanya yang masih GADIS, juga janda, buwat yang jejaka juga duda. Yang sudah dan masih menikah, dan buwat semuanya.

Jakarta – Pernikahan kedua Pujiono Cahyo Widianto (43) atau Syekh Puji sungguh sensasional. Ia menikahi bocah bau kencur, perempuan berumur 12 tahun. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Umar Shihab mengecam pernikahan tersebut.

“Saya menyesalkan. Seorang ulama atau guru menikahi bocah berumur 12 tahun. Kan masih banyak yang lain. Kalau bisa kawin dengan yang sudah dewasa. Kasihan anaknya,” kata Umar Shihab dalam perbincangan dengan detikcom pertelepon, Rabu (22/10/2008).

Syekh Puji merupakan pemilik Ponpes Miftakhul Jannah, Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Ia sebelumnya menghebohkan dengan berita bagi-bagi zakat sebesar Rp 1,3 miliar. Pada Agustus ini, Syech Puji menikahi Lutfiana Ulfa yang baru lulus SD. Pernikahan digelar secara siri.

Umar Shihab menjelaskan nikah siri memang diperbolehkan dan sah secara agama. Pernikahan siri diperbolehkan dengan tujuan untuk menjaga diri dari perbuatan dosa. Namun dalam kasus Syech Puji, menurut Umar, perlu dipertanyakan alasan pernikahan tersebut. “Kita harus lihat alasan nikahnya. Mengapa dengan anak 12 tahun, untuk apa dia kawin?” tanya Umar.

Umar lantas mengimbau agar para ulama dan tokoh masyarakat tidak melakukan pernikahan siri. Sebagai warga negara yang baik, selain mentaati hukum agama, juga harus tetap mentaati hukum negara.

Nah itu beritanya plus beberapa sikap yang muncul.

Ini juga sebagian sikap yang muncul di sebuah milist:

Kecaman Ketua MUI atas perilaku Kiai yang menikahi anak umur 12 tahun:

– “Saya menyesalkan. Seorang ulama atau guru menikahi bocah berumur 12 tahun. Kan masih banyak yang lain. Kalau bisa kawin dengan yang sudah dewasa. Kasihan anaknya,”

– …. nikah siri memang diperbolehkan dan sah secara agama. Pernikahan siri diperbolehkan dengan tujuan untuk menjaga diri dari perbuatan dosa.

Masalahnya:

– menikahi anak di bawah umur: seharusnya penegak hukum memeriksa KUHP, UU Perlindungan Anak, UU Perkawinan Pasal kriminal mana yang dilanggar dalam kasus ini.

– sulit sekali memberantas nikah sirri, yang tidak melindungi perempuan, kalau Ketua MUI memberi lampu hijau seperti ini. Sudah jelas melanggar hukum negara, mengapa fatwa haram tidak segera keluar?

– “……. kan masih banyak yang lain”? Ketua MUI juga merekomendasikan poligami.

Buat Kiai Umar Shihab, Ketua MUI: Two Thumbs Down!

Buat Kiai Puji, yang menikahi bocah 12 tahun: FOUR Thumbs Down!

Nah sekarang komentarku. Awas baca dengan hati-hati dan tahan godaan.

Nikah sirri.

Apakah itu? Dianya gak ada dalam khasanah agam Islam. Istilah itu hanya dibuat-buat oleh sebagian oknum negara dengan tujuan meng-underestimate-kan pernikahan yang TIDAK melalui jalur hukum negara.

Nikah sirri, dimaksudkan sebagai nikah sembunyi (-sembunyi), takut ketahuan orang, yang bisa jadi berkonotasi buruk, mengarahkan opini orang kesebuah tindak kejahatan terhadap perempuan. Sehingga jadilah anggapan yang mengatakan nikah sirri itu tidak melindungi hak perempuan. Huwaaaa…???

Dalam aturan Islam, nikah itu ya cuma butuh (calon) pengantin laki-laki, wali si (calon) pengantin perempuan –sebagian madzhab tidak mensyaratkan hadirnya mempelai perempuan– , saksi, mahar –boleh ngutang– , sudah. Terus ada aqad nikah dengan ijab qabulnya itu. Selesai dan sahhhh…. Tidak melanggar hukum.

Lah….. soal naib kok gak disebut? Halah yang baru ditulis itu apaan…..

Naib…..dia hanya ada kalau dibutuhkan. Dia hanya sebagai pengganti wali perempuan yang karena beberapa hal menjadikan si wali tak mampu menikahkan mempelai perempuan yang ada dalam perwaliannya. Entah karena tak berada di tempat, karena sakit atau……bodoh. Dan ini mesti ada pernyataan perwakilan, macem surat kuasa gitu meski bisa langsung dengan lisan. Gak butuh pulpen dan kertas deh…..

Tapi sering kebalik deh. Namanya Indonesia. Naib seolah-olah jadi syarat sah sebuah pernikahan. Wadhuhhhh….kaprah salah lagi ne….(tidak kebalik nulis)

Lalu soal umur gimana dong?

Ah….soal umur mah gak ada batasan. Lagian kenapa sewot sih dengan umur 12 tahun atau 6 tahun atau nol tahun? Lha wong di sebagian suku bangsa di Indonesia ini ada yang sudah menjodohkan anak-anak mereka sejak masih jadi orok dalam kandungan, dan gak disewotin kok. Ada yang sampe tuwa gak nikah juga gak sewot kan? Hehehehe….gak nyindir sodara-sodara.

‘Aisyah ra sendiri dinikahi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika masih 6 tahun. Nah tu….

Tapi oleh sebagian orang yang benci Islam, hal ini dipakai buat nyerang Islam dan muslimin. Katanya, nabinya orang Islam ada sakit jiwa, suka sama bayi kencur. Halah…..biasalah, dasar sudah gak suka. Gak usah diladenin. Karena emang sejak dulu beliau dianggap orang stress, orgil sama kafirin musyrikin yahudi di Arab sana gara-gara beliau menyerukan da’wah Islam. Padahal sebelum itu mereka amat sayang, amat suka dan amat mengandalkan beliau karena kejujurannya sampe nggelarin dengan Al-Amin. Nah…..

Aku sendiri kadang disangka gak waras juga loh. Gara-gara hal sepele. Anakku kan banyak tuh, tapi aku gak punya kerjaan. Gila gak tuh…

Omong-omong ada yang mau kasih kerjaan gak ya…… (aku sih mau langsung uangnya ajah).

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi ‘Aisyah pada usia 6 tahun itu menunjukkan aturan bahwa pada usia tersebut seorang perempuan sudah boleh dinikahi. Selesai.

Awas……jangan salah paham lantas menyangka aku dibayar sama kyai siapa itu…..buat ngedukung dia lho ya.

Aku ngomong berdasar ilmu. Ilmiah man….. Gak ngawur sampai mengharamkan yang dihalalkan Allah seperti komentar di milis itu.

Aku agak tertarik sama komentar yang ini: Pernikahan siri diperbolehkan dengan tujuan untuk menjaga diri dari perbuatan dosa.

Kalau aku nih, nikah itu buat ngejalanin agama, sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ningkatin amal dan ibadah. Kalau punya istri bisa lebih konsen ibadahnya. Itu satu, lebih baik daripada mbujang. Kalau dua, atau tiga, atau empat, hopppps brenti di situ ajah. Pastinya lebih dan lebih baik lagi amal ibadahnya. Liat lagi postingan sebelum ini.

Nah kalau begitu baru benar nikahnya. Tapi soal njaga diri dari dosa, banyak jalan man…. Kita mau diem aja nggak ngapa-ngapain juga udah terhindar dari dosa. Selesai perkara. Tapi buat cari pahala kita mesti beramal. Gak bisa diem ajah.

Soal si kyai itu mau nikahi gadis umur berapa kek, terserah dia aja. Wong memang boleh kok. Lho, tapi kan negara melarang….!!! Lha salahnya negara ngapain juga ngelarang yang dibolehkan Allah. (Pas nulis ini pak pulisi di sampingku tersenyum tertahan dan njotos gegerku) Awas Mas, nulis gituan bisa ditangkep lho sampeyan, katanya.

Lho salah saya apa to Mas Pulisi, wong hal beginian kan sudah dijamin undang-undang to. Jawabku seenak udelku ndiri.

Iya dhing, jawabnya.

Eh, Mas. Sampeyan sering buka blogku di kantor ya?

Iya, Mas emang kenapa?

Gak papa sih. Cuma aku mau bilang tingkyu ajah. Teman-teman pulisi pada ikut baca pa gak?

Sebagian sih ya ikut.

Komentar mereka kok gak ada yang masuk?

Ah, mereka gak bisa komentar Mas. Jujur saja. Kami ini sudah terbiasa hidup dalam perintah komendan. Ada perintah kami jalan, gak ada perintah kami diam. Off the record lho, Mas.

Wah, wis kadung tak tulis di sini.

Note: aku tau berita ini memang karena info dari temanku ini, terus aku buka milis sudah ada komentar juga. Klop deh. Bayangin, seorang pulisi berseragam brenti di muka rumah cuma mau kasih info penting begini. Sepenting inikah diriku ini?

Kembali ke nikah. Persoalannya sekarang adalah, apa yang menjadi alasan pak kyai buat menikahi gadis itu? Lha ini baru gayeng…

Ini sudah masuk ranah pribadi. Alasan itu hak asasi. Cuma dalam Islam hal ini tidak lantas tertutup dari peran pihak ketiga, dalam hal ini ‘amirul mukminin’ –dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam—yang ikut mengatur pernikahan seseorang. Apakah seseorang itu sudah layak menikah atau belum layak, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ikut berperan. Di sini sekaligus menunjukkan betapa seorang pemimpin itu bukan sekedar penguasa. Dia adalah contoh teladan. Selain memimpin, dia sekaligus menjadi orang tua dari sekalian rakyatnya. Tahu persis kondisi rakyat. Rakyat miskin atau lapar atau bagaimana pun keadaan, dia tahu.

Gampangnya begini,

Kalau seseorang nikah dengan niat yang lurus, maka pemerintah mesti mendorong dan menjembatani. Kalau nikah dengan niat jahat, ya mesti dilarang. Juga kalau nikah dengan cara yang bener, negara mesti menjamin kelancarannya. Tapi kalau gak bener, yang harus berani ngelarang. Zina juga mesti dilarang tuh. Jangan cuma kata-kata, tapi mesti dengan tindakan nyata dan nyata.

Gimana bisa begitu? Kan gak mungkin? Masa pemerintah sampe segitunya? Yang bener dong… dasar emang gila kamu!!!

Ya kan aku dibilang gila.

Tapi bener deh, percaya sama aku. Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ikut menentukan nikahnya sesorang. Atau mencegah pernikahan seseorang. Tentunya beliau mendasari keputusan itu dari banyak segi. Terutama dari nilai dien itu sendiri. Gak berkaitan dengan persoalan dunia seisinya, misal karena orangnya miskin lantas gak boleh kawin. Orangnya jelek rupa, gak boleh kawin.

Allah sendiri akan memberikan kecukupan kok kalau ada orang miskin yang mau kawin? Tentunya dalam prakteknya ada peran orang-orang sekitar dan pemerintah sebagai fasilitator. Gak mungkin kan berharap seperti Maryam sang perawan yang dapet jaminan langsung dari Allah. Mak gludhug ada hidangan dari langit gitu. Kita ini gak level sama Maryam.

(Sengaja dalam postingan ini gak ada nash baik Al Qur’an maupun hadits dalam versi Arab, biarin)

Wis..wis….kebanyaken kamu ngomong. Sekarang mau kamu apa sih?

Ehm…maunya selesai sampe di sini. kalau ada yang kurang entar aja ditambahkan, insya Allah. Kalau ada yang mau nambah silakan.

Wis….(mlayu sipat kuping)

kesimpulan: judul sama artikel gak klik

16 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. kok nyang bawa nyimpang dari judulnya yah…..
    lam kenal😀

  2. kok nyang bawa nyimpang dari judulnya yah…..
    lam kenal😀

    ehm…..wah mengerti agama banget yah

  3. Memang sih, judul sama artikel gak klik (nggak nyambung githu loh)

  4. halah….lha wong sudah dibuat simpulan kalau judul ama isi gak klik, ya gak klik….
    kecuali kalau di dobel klik jadinya begini kali ye:
    nikah ya nikah ajah, soal urusan negara ya biarin diurusin ama negara. aku dulu nikah sama istriku je, gak nikah ama akte juga surat-surat nikah itu….
    malah tambah jauh….gak nyambung babar blas

  5. Walopun ndak nyambung artikel Vs Judul, tp isinya mantaaaaaaaaaaffff mas…
    Meluruskan apa yg seharusnya di luruskan, biar dunia tau bahwa manusia tidak bisa mengharamkan hal yg Halal…agar tidak terjadi polemik di masyarakat..takutnya Islam mjd kambing hitam bagi mereka kafirin dan musyirikin….


    mas…
    kalo diadu, artikel VS judul, menang siyapa ya…?

  6. saya setuju Pak., setuju.,

    setahu saya (mohon dibenerkan kalau ada yang salah) nikah itu tidak ada masalahnya dengan umur, jadi mau sama yang lebih tua pun tak mengapa… iya kan?

    tapi bukannya aisyah dulu dinikahi umur 9 ya? setahu saya 9 bukan 6, iya gak sih?


    setujuh…setujuh….
    wah semangatnya kalau pas lagi setuju.
    tapi soal umur Ummul Mu`minin sih setahu saya 6 tahun dinikahi Rasulullah, lha diboyong ke rumah beliau sesudah usia 9 tahun. begitu Mas Wahyukresna.
    Tingkyu sudah mampir. Don’t be kapox ya….

  7. salaamunalaykum

    afan jiddan neh..
    eh ngabsen dulu boleh kan
    hi..mas ali
    hi..mas habib
    hi..mas didien
    hi..mas wahyukresna
    tuh lupa..hi..estu
    met kenal ama aku pendatang baru…dari Maluku
    (bukan malumu loh ya..
    tuh artikel seruu banget buktinya kalo lagi liat siaran berita di eR Ce Te I atawa eS Ce Te Pe
    ibuk-ibuk..bapak-bapak, nona-nona Nenek-Nenk deng Tetek (kakek)pasti komentar panjang lebar n tinggi..
    jadi daleeem banget…
    yah kalo kita ngikut nimbrung pasti tambah rame apa lagi sambil makan siri n cari kutu…wah tambah sedaap..dap…
    pokoknya kalo yang dibahas masalah nikah siri apa lagi tentang sensasinya Ki Puji
    sebenarnya saya mau komentar tapi setelah ini…..

  8. Tuh kan yang saya absen semua Ikhwan
    (berjenis kelamin laki-laki)
    Kayaknya artikel ini cuma dibaca kaum adam atau kah emang antuma yang lebih berkompeten (he..he..afwan)
    yah..kalo menurut pendapat saya
    boleh aja nikah sama siapa aja
    (asal dari jenis yang sama manusia tentu yang muslim,dengan banyak kriteria juga dianjurkan, karena kecantikan, kekayaan, kepandaian,nasabnya bahkan karena agamanya itu lebih utama)
    afwan
    kalo ngeliat sejarah rumah tangga Ki Puji
    (Ma’af saya tdk menyebut sebagai Kyai
    beritanya beliau ini pernah…
    (Kawin cerai diberitakan 4 kali)
    Masya’allah..
    Astaghfirullah…
    apakah itu berarti malah gak menzolimi isteri?
    afwan mungkin mencerai karena banyak alasan???
    padahal apabila beliau mau bersabar tidak perlu ada perceraian…walau si isteri punya banyak kekurangan, seharusnya beliau banyak bersabar untuk membentuk istri yang sholehah
    (sebagai seorang ulama tentunya)
    ataukah mungkin beliau yang punya kebiasaan buruk sehingga ditakutkan mendzolimi istri
    Wallahu a’lam bi Showab

    saya lanjutkan…
    Nikah sirri memiliki konotasi buruk dimata masyarakat (memang benar)disebut juga kawin gantung atau nikah dibawah tangan

    Saya enggak setuju banget dengan NIKAH MODEL GINI?
    Gak jentel banget?
    Kenapa musti sembunyi-sembunyi?
    Kalau memang mau nikah Lilla hi ta’ala yah…
    monggo lalui prosedur sebagai WN yang baik
    Ingat loh
    ” Ati’ulloha wa Ati’iurrosul wa Ulil Amri minkum”
    Maksudnya pake jalur islami dengan tidak melupakan jalur pemerintah…yah biar keluarga jadi sakinah ma waddah wa rohmah….

    Nah ni…
    Kalau menikah dengan wanita belum baligh…
    tentu alat reproduksinya belum terbentuk secara sempurna dan mungkin di Blog ini teman yang faham ilmu kedokteran bisa menjelaskan.

    Afwan tapi kalau niatnya bukan untuk nafsu (seks saja)
    dalam artian para calon suami beritikad baik (tidak kawin cerai)
    mau mendidik isteri, enggak macem-macem (mendzholimi) lahir batin maksudnya..
    Saya pribadi akan salut dengan niat yang seperti ini…

    Pada intinya…
    saya setuju pernikahan dini (islami) sesuai syari’ah..
    tapi sayang nya pmerintah tidak mengijinkan…
    dengan berbagai alasan
    (tetu alasan ini tidak muncul begitu saja loh..)

    Afwan,
    bila terjai perceraian wanita persentase terbanyak yang menjadi korban

    Menikah atau pernikahan bukan masalah mudah dan gampang…
    karena dibutuhkan kesiapan lahir dan batin..
    bukan hanya mampu secara materi, lahir dan batin…
    Tentunya manajemen hati
    itu yang utama bagi rekan-rekan yang berniat berpolygami…
    nggak gampang loh…

    Tapi saya sangat salut dengan para Calon Suami yang beritikad membentuk keluarga BESAR
    yang sakinah mawaddah wa Rahmah….
    Pilihlah wanita yang tangguh
    Yang teruji
    Dan didik dengan Islami
    Insya’allah anda akan merasakan keindahan berumah tangga…
    Lahir Batin
    untuk membentuk generasi Robbani yang Sehat, Cerdas Kuat dan Tangguh (Sholehah)

    Saudaraku Biarkan kuncup itu mekar,
    dan suntinglah pada waktunya,
    Dan reguklah keindahan dan kenikmatan hidup didunia dengannya…
    DEngan bidadari (4 bidadari Dunia bila anda mampu)

  9. nambah lagi nih…
    Kalau ngomong “NiKah Siri” jadi luas banget deh kayaknya
    Terus “Nikah Dini”

    Jadi bahas dunk satu-satu jangan dicampur kayak RUJAKNYA MBOK BARIYAH…, welah dalah…jadi asin,manis,asem..deh..

    nGapain musti nikah siri..?
    Nikah aja lewat KUA…
    Bila mau menikah 1,2,3,4
    asal niatnya bener loh…
    “Bukan Pembenaran”
    daripada di “ZINA” mending dikawini
    Jangan deh punya niatan atau ucapan kayak gitu

    Kasian kan kalau menikah yang enggak dicatat oleh Negara..
    Yah kasian Isterinya dan anaknya kalau ada apa-apa…nah loh kalau anda termasuk orang kaya..gimana membagi warisan untu anak isteri anda…bila anda meninggal, dan cuma anda yang tahu dia anak dan istri anda ada 4 misalnya?
    Bagaimana catatan Akta anak anda
    Ma’af karena saya pernah melihat kejadian disini
    Menikah dibawah tangan memiliki anak, sampai tidak diurus tidak diakui masyarakat, ketika suami menceraikan si wanita
    akhirnya si Wanita mendapatkan jodoh seorang PNS yang kemudian si anak dibuatkan AKTA lahir oleh bapak barunya untuk dimasukkan di Tunjangan Anak dan Istri, Akhirnya dengan terpaksa dia tuliskan Nama Ayah si PNS tadi,
    Wallohu a’lam..

    Baiknya dibuat Artikel lagi

    1.NIKAH SIRRI
    2.NIKAH DINI
    3.NIKAH DINI ENGGAK BERARTI NIKAH SIRRI

  10. Baiknya dibuat Artikel lagi

    1.NIKAH SIRRI
    2.NIKAH DINI
    3.NIKAH DINI ENGGAK BERARTI NIKAH SIRRI

    tolong dong mbak Inayati dibantuin bikin artikelnya. two thumbs up deh….

  11. itulah hebatnya jaman globalisasi….
    bahkan orang yang lagi e’e (maaf) di kamar kecil, juga ketauan..hehehehe

  12. wee… katanya off teh record.. lha kok dimasukin juga…
    Nggak pa2… nanti pas komandannya baca, trus tuh polisci dipanggil dan diberi reward kenaikan pangkat karena sudah membaca postingan di YAKINKU

  13. apa sih yang sebenernya diharamkan??? bukan nikahnya kan tapi sembunyi2nya itu lho… jadi bukannya mengharamkan yng halal… pemerintah ngebolehin kok lo nikah ama siapa pun asal udah cukup umur n yang paling penting DIDAFTARIN ke catatan sipil… gue setuju banget kalo nikah sirri dibuat jadi tindakan kriminal. soalnya dilihat dari alasan orang nikah sirri aja udah ketahuan ada yang gak beres sampe para pelakunya milih untuk gak daftarin nikahnya’
    1.masih di bawah umur
    please pay attention, hadis yang menyatakan aisyah dinikahi rasulullah saat umur 6thn itu hadis palsu/dhaif. beliau nikahin aisyah wktu umur 18thn. islam pasti tahu koridor kesehatan dimana organ reproduksi gak akan cukup kuat untuk melakukan hubungan badan ketika belum cukup umur. jadi pemerintah disini cuma ingin melindungi warganya, eh yang mau dilindungi kok gak mau
    2.ada yang gak beres
    misalnya ada orang yang udah punya istri tapi kepingin selingkuh, nah supaya selingkuhnya itu “sah” dia milih nikah di bawah tangan. kalo gak dicatetin di kua gak bakal ketahuan kan… di sini pemerintah ngelindungin para wanita yang sering didzalimi atas nama nikah sirri.. misalnya aja orang nikah sirri supaya si cowok gampang ninggalin ceweknya gak usah ke persidngan segala buat ngurus cerai n gak ada tu pembagian gono-gini, dari awal aja niatnya udah jelek…cewek lagi korbannya..
    belum lagi masalah kawin kontrak yang pastinya cewe di sini cuma dijadiin ajang pemuas nafsu doank… cewe lagi yang dieksploitasi.
    acung 4 jempol deh kalo pemerintah berhasil merealisasikan larangan nikah sirri…
    YANG PALING PENTING KALO GAK ADA MASALAH KENAPA HARUS SEMBUNYI2???? TINGGAL DAFTARIN AJA KOK REPOT???

  14. formatnya mana

  15. Nikah Sirry adalah: 1. Pernikahan yang dilakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan wali (orangtua perempuan), atau 2: pernikahan tanpa memiliki kekuatan hukum (tidak tercatat). Keluarga adalah miniatur dari suatu negara, negara yang baik adalah negara yang memiliki sistem hukum keluarga yang baik, Belanda sudah memiliki sistem hukum perkawinan sejak abad 18 dengan BW nya, begitu pula Malaysia, Brunai, Mesir dan lain-lain, dalam literatur Islam, sejak zaman nabi sudah diletakkan pondasi yang kuat terhadap sistem hukum keluarga, syarat poligami yang berat, kedudukan isteri, kewajiban terhadap anak, bahkan terhadap anak angkat maupun kedudukan seorang hamba perempuan, hanya saja pada zaman nabi administrasi belum begitu penting seperti sekarang ini. Maju atau mundurnya negara pada masa depan terletak ditangan generasi yang baik, dan generasi yang baik itu terbina pada keluarga yang baik pula, keluarga yang baik tidak akan mungkin terwujud tanpa sistem hukum keluarga yang baik. Pernikahan itu rumit, karena ia melahirkan berbagai hukum, mulai dari hukum kewajiban suami terhadap isteri ataupun sebaliknya, hukum kewajiban terhadap anak sampai ia menjadi kuat dan berpendidikan, melahirkan hukum waris, hibah, wasiat dan sebagainya, bayangkanlah,.. jika nikah itu dilakukan secara diam-diam atau tidak tercatat (tidak memiliki kekuata hukum), siapakah yang akan ditelantarkan? pasti isteri dan anak-anak kan? pada akhirnya akan membuat kondisi sosial kita semakin buruk, yang secara luas akan membawa negara kepada kemunduran,, oleh karena itu, kita berkewajiban mendukung sistem hukum keluarga yang baik, yang kegunaannya adalah untuk kita, untuk generasi kita dan pada akhirnya untuk kebaikan negara kita kedepannya, karena didalam negara yang kuat terdapat keluara yang kuat,..

  16. Pernikahan bukan hanya masalah sah dan batal, tapi lebih komplit lagi, ada masalah hukum disana, bagaimana jika ibu kita ditelantarkan oleh ayah kita, ia menangis, tapi tak bisa menuntut apa2 karena pernikahannya tidak diakui oleh negara (sirri), bagaimana pula jika kita yang ditelantarkan ayah kita, tapi kita tak bisa berbuat apa2? jangankan memberi biaya sekolah, milihat kita aja ia tidak mau, dengan alasan telah bercerai dengan ibu kita? bagaimana pula jika kita tidak mendapatkan hak apa2 dari waris ayah kita? bagaimana pula ibu kita yang tidak mendapatkan harta bersama dari perkawinannya? padahal ia memiliki hak disana? bagaimana coba? apakah kita mau seperti itu? mau menjadi anak yang tidak mempunyai hak sama sekali? memiliki ibu yang ditelantarkan, dan menjadi anak yang ditelantarkan? jika tidak, maka generasi kita juga tidak mau seperti itu, kita mau generasi kita benar2 diperhatikan orangtuanya, sehingga ia menjadi kuat dan terdidik untuk memimpin bangsa ini kedepan, pemerintah memiliki kewajiban melindungi hak-hak mereka, melindungi hak-hak kita, hak2 generasi kita, dengan melarang nikah sirri, supaya generasi kita menjadi kuat dan terdidik, demi bangsa dan negara dimasa depan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: