Tak Ada Hukum Archimedes Itu

18 Oktober 2008 pukul 07:37 | Ditulis dalam serba serbi | 12 Komentar

Aku ingat masa sekolah dulu. Salah seorang guru dengan semangat berapi-api plus hujan lokal dadakan (aku biasa duduk di bangku depan, hihihi…) berkampanye begini:

Jadi anak-anak, karena hukum ini DICIPTAKAN oleh Archimedes, maka hukum ini disebut dengan hukum Archimedes.

Begitulah….dulu.

Lha sekarang…

Zaman sudah berubah. Aku jadi tahu bahwa tak ada itu hukum Archimedes. Memang tak ada. Begitu pun hukum-hukum lainnya baik itu di bidang sains atau ekonomi atau semua yang ada di kancah kehidupan manusia dan saudaranya.

Konon lirik dari hukum archimedes itu begini: “Jika suatu benda dicelupkan ke dalam sesuatu zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut”.

Pernahkah terpikirkan oleh kita, bahwa terserah apakah lirik itu dibuat atau tak dibuat namun faktanya adalah sebelum Archimedes menemukan lalu menyusun menjadi kalimat itu, bahkan sebelum dia lahir, sejak dunia diciptakan oleh Allah, setiap benda yang dicelupkan ke dalam cairan pasti akan mendal…ada tekanan yang berlawanan arah dengan kadar yang sama dengan berat benda yang dicelupi lalu terdesak? Ya to…..

Jadi terserah apakah hukum itu ‘dibuat’ atau tidak di’buat’, keadaan alamnya tetap sama. Memangnya sebelum Archimedes menemukan hukum itu, barang yang nyelup ke air terus tenggelam begitu saja dan airnya tak bereaksi menekannya? Gak kan?

Tapi akan lain kalau ada sepotong coklat dicelupin ke mulut kita, dia malah tersedot mlebu trus kolu.

Nah, biar gak sombong nih manusia. Sebut saja semua itu hukum Allah yang secara teoritis dirumuskan oleh si anu atau si anu begitu. Sekedar hati-hati saja. Biar gak lupa bahwa Allah lah Sang Pencipta. Ingat lho…banyak ilmuwan yang kemudian lupa Sang Tuhan karena awal yang sepele, bermain kata-kata. Banyak ilmuwan yang mulai berani menggugat Tuhan karena merasa bisa mengungkap (sebagian kecil) rahasia alam raya.

Sekedar susulan:

Karena olah kata, kadang orang tak tahu apa itu (PKS) pekerja sek komersil. Sehingga mereka menyangka PSK itu sama dengan pekerja lainnya seperti pekerja pabrik, pekerja kantor, pekerja tambang dll. Sehingga sampai membela mereka seperti membela para pekerja lainnya. Mesti ada UU Perlindungan, mesti ada Jamsostek , mesti ada cek rutin kesehatan, dll. Padahal mereka itu PELACUR. Pezina yang dalam Islam dimasukkan ke dalam kelompok pelaku dosa besar. Dan pelakunya mesti dihilangkan dari muka bumi.

Lagi-lagi karena olah kata….. (gak nyambung? Biarin….)

12 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. mungkin archimedes itu numpang beken dari apa yg sudah diciptakan 4JJ ^_^!


    ini pernyataan yang layak diperhitungkan…

  2. mungkin bahasa sang guru yang lebih mengerti akan menggunakan kata “ditemukan” atau “dirumuskan”, bukan DICIPTAKAN


    memilih kata yang tepat, begitu kan Mbak?

  3. […] ketahui. Kenyataannya memang banyak hal-hal yang baru kami “temukan” disini. Hee?? Baru nemu?? Kitanya aja kali yang gak pernah mau mendekat ke ilmu-ilmu […]

  4. hehehe.. why so serious?

    Hukum itu memang bukan “diciptakan” oleh archimides. Mungkin sebaiknya Guru Anda perlu dikoreksi.

    Tapi bukan berarti tidak ada yg namanya hukum archimides. Hukum archimides itu ada. Itu hanya sekedar “nama” untuk merujuk secuil konsep hukum alam yg diciptakan oleh Allah.

  5. yaa, hukum archimedes itu memang ada, hukum itu di temukan atau di rumuskan olehnya, klo sekarang mana ada orang yang mau menghitung hal yang sepele seperti yang di lakukan oleh archimedes…itu bukan begitu kang…..hehehehe

  6. memang benar bahwa hukum archimedes itu ga’ ada yang ada adalah hukum yang mau tidak mau tetap ada dan itu adalah Hukum ALLAH yang kita tahu atau tidak dia akan tetap ada….. klo menurut saya sih archimedes hanya menunjukkan kepada kita bahwa itu ada dengan mengungkapkannya menggunakan kata-kata, karena mungkin jika fakta bahwa “Jika suatu benda dicelupkan ke dalam sesuatu zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut”, tak pernah dikemukakan oleh archimedes maka kita juga tidak akan tahu hal ini sampai sekarang….

  7. Assalm.Hm……..menurut sy, apa yang kamu katakan memang benar. Semua hukum yg ada d dunia ini diciptakan oleh Allah. Namun di sisi lain, apa yang dilakukan oleh Archimedes itu hanyalah untuk membuktikan teori tentang apa yang ada d alam ini. N jk hukum itu di sebut Hukum Archimedes, sy rasa itu hnylah sebuah penghargaan. Karena beliau telah berjasa dalam hal ini. Jd ya, sy rasa wajar saja jk disebut dgn hukum archimedes. Setidaknya dalam pelajaran, qt bisa membedakan yang mana hukum archimedes, hukum newton, dll. Yah walaupun pada dasarnya itu semua adalah hukum yang di ciptakan oleh Allah sendiri.

  8. saya setuju ma kmu, cb deh perhatikan waktu kita abis makan khan kenyang tuh, standar kenyang buat org tuh beda2.

    intinya; begitu banyak pengetahuan bertebaran di muka bumi dan Allah nyuruh kita utk terus menggali lbh dlm (A-Qur’an)

    cb perhatikan klo kta makan es krim, dr atas terus kita menyelam lbh dlm ampe tuh s krim abis.

    bgtupun wktu kta ga makan, kta akan laper dan mencari makanan.

  9. LHA IKI DHO NGOMONG OPO…???

    NDAK MUDHENG AKWUUUU…

  10. gw terus terang kasian sama lo, dulu sekolah dimana ?

    hari gini masih ada orang tolol hiks hiks hiks

  11. nanannananana………………nenenenenenenenene……..ninininininini…..ga ga usah pke OOO ah

  12. aLhamdulillah…
    ada saudaraku iank bisa berfikir seperti itu..
    saia setuju!!hukum itu dikasih nama hukum archimedes iia sebagai bentuk penghargaan ajja buat beliau iank sudah berhasil menguak seper entah berapanya keagungan Allah..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: