Dua Juta Warga Jakarta Menderita Gangguan Jiwa

17 Oktober 2008 pukul 21:22 | Ditulis dalam jalan-jalan | 2 Komentar

JAKARTA (Suara Karya): Kondisi kesehatan jiwa warga Jakarta saat ini makin memprihatinkan. Dari 8 juta penduduk, dua juta di antaranya atau satu dari empat menderita gangguan jiwa ringan berjenis neurotik atau gangguan kecemasan.

“Gangguan ini tidak berbahaya, namun bisa mengurangi produktivitas sumber daya manusia kita,” kata Staf Ahli Menteri Kesehatan, dr Rahmi Kuntoro, dalam seminar tentang kesehatan jiwa, di Jakarta, Kamis (16/10).

Gangguan jiwa lain yang diderita 2 juta penduduk itu, menurut Rahmi, adalah jenis skizofrenia-yang pada level ini gangguan jiwa itu sudah dalam kategori berat. Jumlahnya diperkirakan telah mencapai 8 ribu orang.

“Gangguan kesehatan jiwa bukan hanya psikotik, tetapi sangat luas, mulai dari yang paling ringan dan tidak memerlukan perawatan khusus seperti kecemasan dan depresi, ketagihan napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif-Red), alkohol, rokok, kepikunan, hingga yang paling berat seperti skizoprenia,” tuturnya.

Rahmi menilai, kesehatan jiwa yang makin parah tak hanya dialami warga Jakarta, tetapi juga sebagian masyarakat Indonesia. Hasil survei kesehatan mental rumah tangga (SKRT) 1995 menunjukkan, adanya gejala kesehatan jiwa sebanyak 185 kasus per 1.000 penduduk.

“Hasil SKRT juga menyebutkan, gangguan mental emosional pada usia 15 tahun ke atas mencapai 140 kasus per 1.000 penduduk. Sementara pada rentang usia 5-14 tahun ditemukan 104 kasus per 1.000 penduduk,” ucapnya.

Hal itu didukung penelitian badan kesehatan dunia WHO yang menyebutkan, selama tiga tahun terakhir (2005-2007) diketahui sedikitnya 50 ribu orang Indonesia melakukan bunuh diri. Kemiskinan dan himpitan ekonomi adalah penyebab tertinggi jumlah orang yang mengakhiri hidupnya.

“Kedua faktor itu juga menjadi penyebab banyaknya masyarakat menderita sakit jiwa, di mana seseorang menjadi rentan terhadap stress, kecemasan, ketergantungan terhadap zat psikoaktif, perilaku seksual menyimpang, serta masalah psikososial lainnya,” kata Rahmi.

Karena itu, lanjut Rahmi, kesehatan jiwa saat ini telah menjadi masalah kesehatan global bagi setiap negara, termasuk di Indonesia. Proses globalisasi dan pesatnya kemajuan teknologi informasi memberikan dampak terhadap nilai-nilai sosial dan budaya pada masyarakat.

“Sementara tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama untuk menyesuaikan diri terhadap berbagai macam perubahan itu,” ucapnya menegaskan.

Ditambahkan, masalah kesehatan jiwa sangat memengaruhi produktivitas dan kualitas kesehatan per orang maupun masyarakat dan ini tidak mungkin ditanggulangi sektor kesehatan saja.

“Mutu SDM tidak dapat diperbaiki hanya dengan pemberian gizi seimbang, tetapi juga memperhatikan tiga aspek dasar, yaitu jasmani, mental, dan sosial budaya,” katanya.

Yakinku berkomentar pendek.

Agama gak disebut ya. Padahal ianya adalah hal pokok sepokok-pokoknya. Agama bukan sekedar obat penyembuh sakit namun lebih sebagai sumber energi yang berfungsi memagari manusia dari segala penyakit (jiwa) dan gangguan lainnya.

Al Qur’an mulai ditinggalkan. Diganti dengan kitab radio dan televisi, juga koran dan majalah serta…blog.

Setiap hari siang dan malam, orang-orang berpacu berebut tempat dalam kehidupan. Tak rela ada waktu terbuang tanpa imbalan. Namun lupa bahwa ada saatnya semua akan ditinggalkan.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. betul mas…saya setuju dg komentar pendek mas yakin eh..maksudnya mas Habib… ^_^
    coba aja byk istighfar & dzikir… gangguan jiwa pasti lewat…

  2. ayo kita bersama-sama mennyelamatkan diri, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita dari gangguan jiwa..

    bagi yang sedang mencari informasi penanggulangan bahaya narkoba, HIV/AIDS, dan gangguan Jiwa berbasis ajaran Islam, silahkan mengunjungi blog saya, http://benderahitam.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: