Bencana Yang Bertubi-Tubi
Oktober 4, 2009 at 7:31 am | In renungan | 3 CommentsBencana yang bertubi-tubi. Macamnya pun silih berganti. Yang lama belum lagi berhenti, yang baru sudah datang lagi.
Lalu mulailah sebagian manusia bertanya dan bertanya lagi. Mengapa hal ini harus terjadi.
Sebagian yang lain bahkan tak tahu diri. Protes… Tidak terima. Menggugat keMaha-Adilan Sang Pencipta. Ada yang lebih berani. Dituduhnya pula bahwa Allah itu kejam, tidak berperikemanusiaan. Bahkan pendendam. Hanya karena manusia melupakanNya dan tidak mau menyembahNya lalu murka begitu saja, begitu katanya.
Lalu ada lagi yang mengabaikan keberadaanNya. Bahkan menolak keberadaanNya. Atau mencari selainNya. Ngapain nyembah Tuhan yang gampang marah. Mending nyari yang suka belas kasih dan tidak pendendam….
Susah dan Senang
September 3, 2009 at 1:23 pm | In renungan | Leave a CommentTernyata….
Rasa susah ini adanya tidak tetap. Karena susah itu sering-sering disebabkan oleh tidak tercapainya keinginan. Perwujudannya adalah rasa tidak enak, menyesal, kecewa, tersinggung, marah, malu, sakit, dan gangguan jiwa lainnya. Padahal keinginan itu bila tidak tercapai pasti menyusut, dalam arti bahwa apa yang diinginkan itu berkurang baik dalam jumlah maupun mutunya, sehingga dapat tercapai. Lalu timbullah rasa senang. Jadi rasa susah itu tidak tetap.
Jilbab, Antara Dogma dan Humanisme
Agustus 2, 2009 at 6:21 am | In renungan | 1 CommentSeru juga, karena kesopanan bisa berubah, gimana kalau nanti jilbab dianggap tidak sopan? Muslimah harus tetap memakaikah?
Dulu kan kopyah haji itu hanya dipake orang kalau sudah haji. Tapi kemarin-kemarin para santri juga udah mulai pake, sekarang ini lebih umum lagi, pengamen, kondektur, artis, bahkan preman juga mulai pake kopyah tuh. Dalam Islam, konsep menyelisihi orang kafir atau paling tidak orang yang dikenal bukan orang baik-baik adalah dianjurkan. Gimana soal kopyah ya, apakah masih dipertahankan sebagai simbol keagamaan juga?
Islam dan Akal
Juli 26, 2009 at 8:45 am | In renungan | 3 CommentsAli bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah berkata: “Andaikata agama itu cukup dengan nalar/akal, maka bagian bawah khuf (alas kaki) lebih utama untuk diusap daripada bagian atasnya. Aku benar-benar melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian atas khuf-nya.”
Juga, Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata ketika mencium Hajar Aswad: ”Sesungguhnya aku tahu engkau hanya sekedar batu yang tidak bisa memberi madharat dan manfaat. Kalau tidak karena kulihat Rasulullah menciummu, tentu aku tidak akan menciummu.”
Gimana Mau Ngomong Soal Seks Bebas Kalau Belum Pernah Ngejalanin….?
Juli 5, 2009 at 9:41 am | In renungan | 6 CommentsSuatu kali aku jalan-jalan ngelilingi waduk yang gak jauh dari rumahku buat tindakan preventif. Soale….anak-anak mau kuajak outbound ke sana. (Outbond gratis tur deket rumah kan enak….gratisss)
Tapi acara itu kepaksa aku tunda gara-gara begini:
Continue reading Gimana Mau Ngomong Soal Seks Bebas Kalau Belum Pernah Ngejalanin….?…
Sejarah Adalah Sesuatu Yang Dituliskan
Mei 30, 2009 at 8:36 am | In irodatul khoir lil ghoir, politik, renungan | 4 CommentsSuatu saat aku melayat seseorang. Seorang teman. Aku saksikan sampai penguburan. Mudah-mudahan dia dikuatkan ketika ditanya di sana. Mudah-mudahan husnul khotimah.
Ketika aku melangkahkan kaki untuk pulang. Aku melewati sebuah kuburan. Aku kenal siapa yang dikubur di situ. Dia kakak laki-laki isteri kakak laki-laki bapakku. Aku sempat bertemu dan omong-omong panjang lebar dengannya yang sayang sekali aku tidak begitu perhatian bak jurnalis kala itu selain sebagai bagian dari keluarga jauh. Dia adalah anggota pasukan Hizbullah yang ikut berperan dalam mempertahankan kemerdekaan negeri ini dari cengkeraman penjajahan. Dia banyak bercerita tentang bagaimana sepak terjang satuannya ini dan bagaimana secara pribadi dia merasakan kebanggaan atas apa yang mereka lakukan bagi negeri ini. Dia adalah salah satu saksi hidup perjalanan negeri ini. Dia adalah salah satu guru sejarah yang menyampaikan fakta berdasarkan apa yang dia alami dan dia rasakan sebagai pelaku. Dia mengalami dan merasakan.
Semut S3
Mei 26, 2009 at 9:08 am | In hikmah, irodatul khoir lil ghoir, renungan | 3 CommentsMereka berarak menyusuri sisi sisi dinding rumahku. Kompak. Bahu membahu dalam diam. Tidak. Mereka selalu berkomunikasi dengan sesamanya. Hanya aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Mungkin aku. Mungkin bukan aku.
Aku sendiri diam. Tapi menyimpan rasa kesal sekaligus penasaran. Tapi juga takjub dan lebih dari itu, malu.
Semut hitam itu. Dan juga saudaranya yang lain. Hari-hari ini banyak berkeliaran. Rumahku banyak semut. Rumah adik-adikku banyak semut. Rumah tetanggaku yang baru selesai dibangun ulang itu sudah banyak semut juga.
Dari Gubukku
Mei 6, 2009 at 5:02 pm | In kehidupan, renungan | 7 CommentsPanen memang sudah agak lama lewat. Itu pun sekedar cukup untuk musim tanam berikut dan makan keluarga sampai panen berikutnya. Dan itu sudah cukup melegakan. Dan aku layak bersyukur, bahwa memanen padi di sawah sendiri menjadikan aku tak memikirkan budget layaknya orang yang mesti mengeluarkan dompetnya. Sebuah keni’matan tersendiri.
Sore ini aku duduk di gubug di areal persawahan. Kupandangi hamparan padi yang ada dihadapanku. Kuteruskan pandangan mataku lebih jauh lagi. Sawah-sawah milik tetanggaku menambah luas wilayah pandangku. Ijo….
Hari Bumi Hari Gelap
April 1, 2009 at 9:06 pm | In renungan | 1 CommentHhhhh…
Ada sedikit waktu longgar nih. Ada komputer pula. Setengah jam cukuplah. Lama gak buka email , tak pula blog. Ada apa disana ya….
Buka email dulu ah….
Thuinnnnggg, para email langsung mringis pamer gigi pengin dibuka. Ada lagi pesan offline dari beberapa orang. Abaikan dulu.
Aku sudah kangen dengan seorang sodaraku. Say hello dulu ah….
Selesai deh nulis email buat sodaraku yang di Bandung. Kaifa haluka ya akhi….. bi khoir?
Sudah. Langsung aku buka pesan offline yang sabar menanti. (Waktu cuman setengah jam je….mau ada acara lageee….)
Jeglug…..
Keraguan Tentang Tuhan
Maret 17, 2009 at 6:36 am | In irodatul khoir lil ghoir, renungan | 3 CommentsBerangkat dari bengong-bengongnya seorang teman yang habis baca sebuah artikel (aku gak sempet nanya di mana itu), yang isinya berbuih-buih soal perdebatan tentang konsep ke-tuhan-an. Tulisan tentang Yesus Normatif vs Yesus Historis, atau tentang konsep tuhan dalam Islam digambarkan sebagai tuhan yang bengis. Subhanallah…..
Kader Apes
Februari 7, 2009 at 11:26 am | In aku gak tanggung, jalan-jalan, politik, renungan | 4 CommentsGaga-gara ketangkap basah tertelungkup tertidur termalu-malu di sebuah panti pijat, kader PKS mesti mundur dari keanggotaannya sebagai anggota DPRD Kota Jambi. Aku nyangka, mestinya ada yang kebakaran jenggot dong. Selama ini PKS kan dikenal sebagai partai dakwah yang bersih.
Suara Tanpa Rupa
Februari 3, 2009 at 8:25 pm | In jalan-jalan, renungan | 5 CommentsDulu seseorang pernah meramalkan bahwa akan ada masanya suara tanpa rupa. Nah yang ini bukan ramalan, ini fakta dan pelajaran. Tersebutlah kisah karamah mujahidin “pertempuran Al-Furqan” di Gaza yang masih terus bergulir. Kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al-Qassam di wilayah Nashirat Gaza, yang telah ditayangkan oleh chanel Al-Quds.
1500 Syahid, 3700 Calon “Mujahid” Lahir dalam 22 Hari
Februari 3, 2009 at 8:18 pm | In jalan-jalan, kehidupan, renungan | 6 CommentsBerbeda dengan mental tentara Zionis-Yahudi yang dikenal takut mati, MELAHIRKAN adalah bagian dari jihad bagi warga Gaza, dan bagi seluruh muslimin di dunia. Karenanya, kematian bukan sesuatu yang ditangisi. “Kalau mereka membunuh seribu dari kami, maka kami akan mendatangkan beribu-ribu penggantinya,” demikian ujar seorang ibu di Gaza.
Continue reading 1500 Syahid, 3700 Calon “Mujahid” Lahir dalam 22 Hari…
Dua Pekan Meninggal, Darah Masih Mengalir
Januari 31, 2009 at 5:51 am | In jalan-jalan, renungan | 2 CommentsMasih ingat Amrozi cs? Yang ini giliran keajaiban Gaza, jasad pejuang HAMAS mirip orang tertidur, para khatib Jum’at mengisahkannya dalam khutbah-khutbah mereka. Sebenarnya aku malu karena hanya bisa menyebarkan berita yang begini, lagipun tak komplit.
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.






ilmu itu ada 3, Qur'an Hadits dan Faraidh. yang lain hanyalah tambahan