Cita-cita: Menuju Sukses
Maret 20, 2009 at 7:36 am | In aku gak tanggung, ekonomi, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan | 5 CommentsHalo sahabat…
Saya ingin tau apa TARGET dan Cita-Cita kamu Tahun ini ?
· Apakah ingin memiliki Mobil Mewah ?
· Ingin memiliki Rumah Mewah ?
· Ingin memiliki Bisnis Besar ?
· Bebas Finansial ?
· Hidup Mapan dan Sejahtera ?
MLM ‘Berkah’
Januari 2, 2009 at 8:34 am | In ekonomi, ibadah gaul, tutorial | 5 CommentsMLM Berkah dan Menguntungkan
MLM ini seperti kebanyakan MLM yang kita kenal.
Gambarannya umumnya sama saja. Kira-kira begini:
Anda bergabung kepada Promotor Anda, jadilah pro aktif. Lalu Anda mesti mencari downline sebanyak-banyaknya. Lalu downline Anda juga akan mencari downline lagi sebanyak yang mereka mampu. Begitu dan seterusnya.
Like another wis pokoke…..
Bunga Bank dan Asuransi Penyebab Resesi Dunia
Oktober 9, 2008 at 5:13 pm | In ekonomi, politik | 4 CommentsSesudah perang dunia kedua dapat dilihat badan-badan perbankan memainkan peranan aktif dalam perekonomian dunia, walaupun masing-masing negara menjalankan sistim ekonomi yang berlainan. Setiap bangsa bekerja untuk pembangunan dan kemajuan hingga usaha perbankan mendapat pasaran yang menguntungkan.
Continue reading Bunga Bank dan Asuransi Penyebab Resesi Dunia…
Bin Ladin Borong Saham Bakrie & Brothers
Oktober 6, 2008 at 3:02 pm | In ekonomi, politik | 3 CommentsBin Ladin Group memborong sebanyak 12% saham PT Bakrie & Brothers Tbk pada harga Rp330 per saham atau diperkirakan mencapai Rp3,71 triliun
BLT, Zakat, Guprakk Bruk…Klengerrr
September 16, 2008 at 9:33 am | In budaya, curhat, ekonomi, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, politik | 5 CommentsBLT dan zakat sudah pasti beda. BLT hanya didasarkan pada pertimbangan kemanusiaan saja sedang zakat mengandung unsur kemanusiaan sekaligus diatur syari’at. Mengikuti syari’at pasti diganjar oleh Allah.
Tapi keduanya ada kesamaan juga, utamanya di Indonesia. Sama-sama rawan kebinasaan. Gara-gara antri buat uang tak seberapa, nyawa taruhannya. Jadi mirip cicak-cicak di dinding, diam-diam merayap, ada seekor nyamuk, hap lalu disantap.
Miskin, BLT, Serikat, Zakat
September 9, 2008 at 9:09 am | In curhat, ekonomi, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, politik | 2 CommentsBaca di koran gratis, ada berita yang nyangkut kriteria miskin Indonesia. Ada versi BPS ada versi Presiden ada pula versi Serikat Rakyat Miskin ada versi Bank Dunia. Ah rupanya bagaimana rupa miskin itu susah diliatnya. Dari kanan tampak miskin, dari kiri katanya gak miskin. Dari depan tampang miskin dari belakang gak ada tampang. Masing-masing berebut kriteria miskin. Gak tau tuh apa maunya. Belajar dari banyak kasus, ketika standar gak bisa standar, maka gak bakalan ada standar yang bisa buat standar.
Siti Fadilah Supari: Kalau Membahayakan, Pasti Saya Umumkan
September 9, 2008 at 7:23 am | In budaya, ekonomi, kehidupan, politik | 1 CommentSetelah deraan virus flu burung, ujian berat kembali dijalani Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dua pekan lalu, memenangkan gugatan David M.L. Tobing atas Menteri Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta Institut Pertanian Bogor.
Continue reading Siti Fadilah Supari: Kalau Membahayakan, Pasti Saya Umumkan…
Rokok Berfatwa
September 4, 2008 at 7:00 am | In budaya, ekonomi, irodatul khoir lil ghoir, jalan-jalan, kehidupan, politik | 5 CommentsMajelis Ulama Indonesia (MUI) Temanggung, Jawa Tengah, Senin (1/9), resmi mengeluarkan fatwa makruh untuk rokok.
Keluarnya fatwa tersebut, sekaligus mengakhiri polemik rencana pengeluaran fatwa haram rokok yang meresahkan petani. “Setelah kami kaji, kami memutuskan kembali pada fatwa para ulama di Temanggung yang sebagian besar menganggap rokok hanya makruh saja, bukan haram. Artinya masih diperbolehkan,” kata Plt Ketua MUI Temanggung Yakub Mubarok di Temanggung, Senin (1/9).
Ah, aku prihatin dengar komentar begitu, masih boleh katanya.
Yang aku tahu, hakikat hukum makruh yang dikenal oleh para ulama sholih adalah haram juga. Cuma karena hati-hati, ya…..karena hati-hati agar tidak menyamai hukum tertulis di Al Qur’an sehingga di rasa menyamai kedudukan hukum Allah, maka dibuatlah kelas hukum ‘makruh’.
Lha, makruh sendiri secara bahasa kan artinya wus cetho, yaitu ‘DIBENCI’. Dibenci oleh siapa? Ya dibenci menurut hukum Islam, syari’at Islam. Lha pembuat syari’at itu Allah lewat RasulNya. Ringkesnya rembug, makruh itu ya dibenci oleh Allah dan RasulNya. Nah, lha wong dibenci oleh Allah dan RasulNya kok malah seneng, karena masih diperbolehkan. Kepiye to iki?
Label Haram
Agustus 20, 2008 at 1:31 pm | In budaya, curhat, ekonomi, jalan-jalan, kehidupan | 2 CommentsAku dan istri juga anak-anak biasa belanja beramai-ramai ke minimarket dekat rumah. Biasa untuk sebulan. Ya minyak goreng, ya sabun mandi, odol, dan semua kebutuhan rumah tangga. Kalau telur, biasanya nunggu si blorok nelur aja, tapi kalau tetep kurang, aku punya lengganan peternak. Habisnya kami biasa ngabisin telur sampai 5 kiloan sebulan, sering lebih malah. Kalau telur si blorok sih buat jamu ayah dan ummi, tapi anak-anak seneng juga telur setengah mateng gaya jamu gitu.
Oh iya, ketika belanja di minimarket gitu, anak-anak gak bakalan lupa sama makanan kecil, snack. Padahal orang tua mereka lebih suka snack gaya kampung macem blanggreng (singkong goreng), atau kripik singkong, atau wajah singkong lainnya. Tapi tahu ya, anak-anak sekarang, lebih ketarik sama makanan pabrikan gitu. Memang praktis, mudah, dan terkesan modern gitu si…. apalagi kemudahan mendapatkannya itu lho.
Dolar Euro Rupiah Dinar Dirham
Agustus 18, 2008 at 6:00 am | In ekonomi, iseng, jalan-jalan | 4 CommentsBarangkali banyak yang peduli dengan nilai tukar euro dan dolar terhadap rupiah kita. Kadang tercengang dengan perbedaan yang sedemikian mencolok. Coba saja,
1 dolar AS setara dengan Rp. 9,685,- dan 1 euro setara dengan Rp. 14,328,-
Paling gak, itu kurs hari ini, kalo ada yang beda paling juga sedikit tergantung bakul mana yang nentuin.
Tapi barangkali juga masih banyak yang gak begitu ada perhatian dengan dinar dan dirham.
1 dinar setara dengan Rp. 1.142.419,- dan 1 dirham setara dengan Rp. 31.868,-
He…he… terangsang?
SMS Rp 46,1 Triliun
Agustus 18, 2008 at 5:49 am | In budaya, ekonomi, politik | 1 CommentBukan perempuan dalam lagu SMS yang dibawakan Ria Amelia saja yang terhenyak menemukan kisah selingkuh pasangannya di balik susunan kata SMS, anggota DPR pun terperanjat oleh teknologi itu. Pasalnya, seorang pejabat meminta mengatrol defisit APBN lewat layanan pesan singkat. Padahal, ini menyangkut dana yang angkanya sampai 14 digit!
Lazimnya, bila ingin menambah anggaran di APBN, pemerintah membawa usulan itu secara resmi ke DPR. Selanjutnya, dibahas di komisi teknis. Kemudian, dibahas di Panitia Anggaran (Pangar). Di sana, usulan penambahan anggaran itu diperdebatkan lagi. Tapi, SMS yang dikirimkan orang penting itu menerabas semua prosedur dan tata cara itu.
Continue reading SMS Rp 46,1 Triliun…
Negeri Paradoks
Agustus 6, 2008 at 8:25 am | In budaya, ekonomi, politik | 5 CommentsIndonesia adalah sebuah negara yang penuh paradoks. Negara ini subur dan kekayaan alamnya melimpah, namun sebagian cukup besar rakyat tergolong miskin. Pada puncak krisis ekonomi tahun 1998-1999 penduduk miskin Indonesia mencapai sekitar 24% dari jumlah penduduk atau hampir 40 juta orang. Tahun 2002 angka tersebut sudah turun menjadi 18%, dan diharapkan menjadi 14% pada tahun 2004. Tetapi apakah grafik jumlah penduduk miskin yang menurun itu memang benar?
Di atas podium SBY memang dengan penuh percaya diri dengan gaya khasnya mengatakan itu. Tetapi fakta yang kulihat, di kantor BPS terjadi keputus-asaan pegawai karena form isian keluarga miskin selalu kurang dan berkurang setiap bulannya. Ini menunjukkan populasi orang miskin malah bertambah, bukan menurun. Itu memang data praduga, tetapi bagaimana kondisi masyaraat di lapangan itu lebih mewakili komposisi sebenarnya dari kadar kemiskinan di masyarakat. Paling tidak buatku sendiri.
Nikah atau Lajang, Sebuah Persimpangan
Agustus 5, 2008 at 8:01 pm | In budaya, curhat, ekonomi, jalan-jalan | 5 CommentsEhm….
Ada sementara dugaan yang menyatakan bahwa, keluarga atau lembaga perkawinan dipersepsikan sebagai penguras energi ekstra. Artinya, kalau sesorang masuk ke dalam dunia keluarga, maka kemerdekaan untuk menjadi dirinya sendiri sebagian sudah terampas. Dia harus menerima keadaan, ada orang lain, pemikiran lain, gaya lain, yang bukan hanya memerlukan perhatian tetapi juga menjadi beban tersendiri bagi sisa hidupnya.
Apalagi, pada sikap hidup yang makin hari makin pragmatis, praktis, dan efisien ini. Padahal kehidupan rumah tangga tidak mungkin dijalankan dan diwujudkan ketentramannya dengan sikap hidup yang demikian. Nah, barangkali kontra indikasi (mirip obat) seperti inilah yang menjadi sebab alasan mengapa orang lebih memilih untuk menunda perkawinan, atau bahkan tidak menikah sama sekali.
Drama Kesenjangan
Juli 28, 2008 at 8:52 am | In budaya, curhat, ekonomi, politik | 3 CommentsAdinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
JAKARTA — Pesta pernikahan Adinda Bakrie, putri pemilik PT Lapindo Brantas Indra Usmansyah Bakrie, digelar dengan segenap kemegahan di Hotel Mulia, Jakarta, kemarin malam. Tiga ruang utama lantai dasar hotel itu disatukan, lalu disulap menjadi ruang resepsi yang gemerlap. Sejumlah artis papan atas dan kelompok musik pengiring Twilight Orchestra memeriahkan pesta itu.
Ekonomi Muram, Software Bajakan Jadi Idaman
Juli 20, 2008 at 9:19 pm | In ekonomi, komputer | 4 CommentsLondon – Ekonomi global sedang muram belakangan ini. Keadaan ini berimbas pada banyak hal, termasuk makin maraknya pemakaian software bajakan. Hal ini terjadi tidak terkecuali di negara semaju Inggris.
Menurut survei yang dilakukan oleh Federation Against Software Theft (FAST) di Inggris, kian banyak saja pebisnis di negeri ratu Elizabeth itu yang memakai software tak berlisensi untuk menghemat biaya.
Continue reading Ekonomi Muram, Software Bajakan Jadi Idaman…
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.






ilmu itu ada 3, Qur'an Hadits dan Faraidh. yang lain hanyalah tambahan