Hari Bumi Hari Gelap

1 April 2009 pukul 21:06 | Ditulis dalam renungan | 1 Komentar

Hhhhh…

Ada sedikit waktu longgar nih. Ada komputer pula. Setengah jam cukuplah. Lama gak buka email , tak pula blog. Ada apa disana ya….

Buka email dulu ah….

Thuinnnnggg, para email langsung mringis pamer gigi pengin dibuka. Ada lagi pesan offline dari beberapa orang. Abaikan dulu.

Aku sudah kangen dengan seorang sodaraku. Say hello dulu ah….

Selesai deh nulis email buat sodaraku yang di Bandung. Kaifa haluka ya akhi….. bi khoir?

Sudah. Langsung aku buka pesan offline yang sabar menanti. (Waktu cuman setengah jam je….mau ada acara lageee….)

Jeglug…..

Ku copy-paste,

Padamkan lampu malam ini 1 jam saja, 20.30-21.30!!!?

Kawan kawan tanggal 28 Maret 2009 kita gabung yuu dengan 1 milyar orang di dunia untuk mematikan lampu dari jam 20.30 sampe 21.30 buat selametin bumi kita ini dari Global Warming. Karena 1 jam mati lampunya kita bisa nyalain 900 desa, nyelametin 284 pohon & menambah oksigen. SAVE OUR BELOVED EARTH…

Dan beberapa pesan senada. Hehe…agak lama juga sih. Bukan karena si pengirim pesan lelet ngirimnya, tapi dasar aku saja yang lama gak sempet buka. Dasar pengacara…..pengangguran banyak acara…..

Ya, aku mau mikirin pesan yang sudah mereka kirimkan buatku. Gak ada kata terlambat buat mikirin hal baik. Global warming, save our earth, peringatan-peringatan yang kudu dijadiin perhatian. Prioritas….ah, jadi serius.

Aku memang tidak sempat memerhatikan momen ini. Kabarnya kampanye untuk menekan Pemanasan Global (Global Warming) ini sudah dilakukan hari Sabtu 28 Maret 2009 lalu dengan dilakukan Gerakan Mematikan Lampu Sedunia selama 1 jam dari pukul 20.30 sampe 21.30, serentak. Hari itu aku sendiri masih aktif kesana kemari dan jelas menggunakan lampu baik penerangan jalan maupun ruangan. Gak ada matinya……

Kata orang lagi, untuk tahun ini kampanyenya dikasih nama Earth Hour 2009 atau Hari Bumi Sedunia (nyambung gak sih?). Seluruh penduduk dunia dihimbau untuk mematikan lampu di rumah. Tidak perlu sehari tapi cukup satu jam saja, pastikan semua alat elektronik yang tidak terpakai dijual saja, eh…. diset dalam kondisi Power off bukan Standby.

Kata berita, World Wildlife Fund (makhluk apa ya….) menyasar satu milyar orang lebih dari 1000 kota agar bersatu untuk bersama-sama dalam upaya global ini. Jakarta termasuk salah satu kota yang pastinya berpartisipasi. Konon sudah 680 kota di 77 negara yang sudah mendaftarkan diri dan dipastikan akan terus bertambah. WWF Indonesia sendiri memperkirakan, jika seluruh penduduk Jakarta mematikan lampu satu jam, cukup untuk mengistirahatkan kebutuhan listrik sebesar 300 MW. Ini juga akan mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar Rp 200 juta dan mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 284 ton. Tak tahulah aku angka pastinya, cuman kata berita sih.

Tapi yang jelas diberitakan,

Pakar lingkungan dari Lembaga Penelitian (Lemlit) Universitas Negeri Medan (Unimed), mengatakan aksi peringatan Hari Bumi Internasioal dengan cara mematikan lampu selama satu jam, dari pukul 20.30 hingga pukul 21.30 adalah sebuah langkah maju untuk menanggulangi bahaya pemanasan global atau global warming.

PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang mendukung kampanye “Earth Hour” berupa mematikan lampu selama satu jam yang dicanangkan World Wildlife Fund (WWF) bersama Pemerintah Daerah DKI Jakarta dengan tetap menyalurkan listrik kepada seluruh pelanggan dan tidak melakukan pemadaman secara terencana selama pelaksanaan aksi itu.

Garuda Indonesia juga melaksanakan pemadaman pada seluruh billboard Garuda di kantor-kantor di Indonesia dan luar negeri, termasuk billboard di jalan-jalan di Jakarta seperti Jalan Gunung Sahari, jalan MH Thamrin, kantor perwakilan di Jakarta dan kota-kota lainnya serta Billboard di bandara Soekarno Hatta dan melakukan kampanye kepada sekitar 13.000 karyawan dan keluarga Garuda Indonesia Group agar turut serta berperan aktif untuk mematikan lampu selama satu jam pada pukul 20.30-21.30 WWIB pada Sabtu, 28 Maret 2009 di rumah masing-masing.

Kota-kota yang ikut memadamkan lampu tahun ini di antaranya Moskwa, Los Angeles, Las Vegas, London, Hongkong, Sydney, Roma, Manila, Oslo, Cape Town, Warsawa, Lisabon, Singapura, Istanbul, Mexico City, Toronto, Dubai, dan Kopenhagen.

Sejumlah bangunan ciri khas kota-kota dunia juga mematikan lampu sebagai simbol kampanye, antara lain hotel tertinggi di dunia di Dubai (Burj Dubai), menara tertinggi di sejumlah benua, seperti Canadian National (CN) Tower di Toronto, Moscow’s Federation Tower, dan Quirinale di Roma, serta kediaman resmi Presiden Italia Giorgio Napolitano.

Di Australia, lampu di Auckland’s Sky Tower, yakni menara tertinggi di belahan bumi selatan juga dipadamkan. Diikuti pemadaman lampu di Gedung Opera Sydney. Sementara itu, di Afrika Selatan, Pegunungan Table Mountain di Cape Town menandai Earth Hour dengan memadamkan sementara gemerlap lampunya.

National Geographic Channel Asia juga menunda siaran regularnya selama satu jam pada pukul 20.30 waktu Hong Kong guna ikut melaksanakan Earth Hour ini.

WWF Indonesia sendiri menyelenggarakan Earth Hour di Jakarta dan Bali. Jelas, kedua kota itu termasuk pengguna konsumsi energi listrik yang tertinggi, tetapi tidak efisien di Indonesia.

Kampanye “Earth Hour” sendiri merupakan aksi perubahan iklim global yang diprakarsai WWF dengan sasaran individu, pelaku bisnis dan pemerintah dari berbagai negara di seluruh dunia.

Aksi itu dimulai di Sydney, Australia pada 2007 yang diikuti sebanyak 2,2 juta pelanggan listrik dari kalangan rumah tangga maupun bisnis.

Kampanye mematikan lampu selama satu jam tersebut pada 2008 telah mencakup 50 juta orang dan juga diikuti bangunan terkenal dunia seperti Jembatan Golden Gate di San Francisco, Colosseum di Roma, Opera House di Sidney dan papan reklame Coca Cola di Times Square, New York.

Kampanye tersebut bertujuan menunjukkan solidaritas global yang belum pernah terjadi sebelumnya serta pernyataan tanggung jawab dunia yang menjadi “pemanasan” bagi pertemuan para pemimpin dunia di Kopenhagen, Denmark, pada Desember 2009 untuk mencapai kesepakatan baru tentang iklim dunia. Itu kata berita…

Eh iya, para blogger juga pada matiin kompinya gak ya….. kan monitornya pake lampu, makanya monitornya bisa nyala terang gitu… coba monitornya mirip layar kalkulator gitu ya… gak usah dimatiin juga sudah item.

Hmm….betapa sibuknya dunia. Sibuk menenggelamkan diri dalam kegelapan sesaat. Jadi ingat hari nyepinya umat Hindu di Indonesia. Apa bedanya ya…..

Tapi gimana jadinya kalau pesan itu berbunyi,

SELAMATKAN BUMI, STOP GLOBAL WARMING tidak cukup dengan mematikan lampu selama 1 jam. Selamatkan bumi adalah dengan menghapus ISRAEL dan AS dari peta dunia karena dengan jutaan ton bahan peledaknya telah memporakporandakan dunia. menjadikan OZON semakin tipis dan berlubang.!!!! WASPADALAH…WASPADALAH..!!! SO, BOIKOT PRODUK AMERIKA DAN ISRAEL..!!!! SO, BOIKOT PRODUK AMERIKA DAN ISRAEL..!!!!

Coba dipikir lagi deh….sudah berbuih-buih pidato ini dan itu soal global warming dengan mati sekejap. Ternyata disaat yang sama dibelahan bumi lain, ada aksi pemborosan dan aksi bikin rusak dunia. Terus-terusan lagi…..

Gimana sih…………???

1 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

  1. weh dapat linkbalik… makasih broe. salam kenal


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 43 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: