Cita-cita: Menuju Sukses
Maret 20, 2009 at 7:36 am | In aku gak tanggung, ekonomi, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan | 5 CommentsHalo sahabat…
Saya ingin tau apa TARGET dan Cita-Cita kamu Tahun ini ?
· Apakah ingin memiliki Mobil Mewah ?
· Ingin memiliki Rumah Mewah ?
· Ingin memiliki Bisnis Besar ?
· Bebas Finansial ?
· Hidup Mapan dan Sejahtera ?
TETAPI… Bagaimana CARA meraih itu semua ?
· Butuh Modal BESAR ?
· Harus berpendidikan TINGGI ?
· Harus Bekerja sangat KERAS ?
· Mampukah kamu ?
Coba luangkan waktumu sejenak melihat situs ini : http://xxxxx.com/yyyyyyyy
Perlu BUKTI ?
Kunjungi Website saya : http://xxxxx.com/yyyyyyyy
Sukses Selalu!
Ah…..materialistis banget kan iklan ini?
Gak tahu kok tiba-tiba inbox di emailku kemasukan spam macem begini. Dasar spam, tukang ngganggu ketenangan orang saja.
Mending kalau isinya bermanfaat gitu. Lah, yang ini cuman ngajak orang berebut dunia. Berebut kemewahan (semu) yang alih-alih jadi kaya, yang terjadi malah semakin terpikat dengan dunia dan semakin jauh dari akhirat, terserah dia jadi kaya atau malah ketipu jadi tambah miskin.
Memang aku pernah bikin dan ngajak orang bergabung dengan salah satu bisnis MLM. Tapi aku gak pake spam. Gak sopan banget deh…..
Soal cita-cita dan sukses, terserah tahun ini atau tahun depannya lagi dan seterusnya, sebenarnya bagiku dan juga orang-orang yang mencoba menjadi muslim sebenarnya adalah sama, yakni meraih cita-cita itu sebagai pribadi dan sebagai bagian dari manusia ini semuanya (makhluk sosial). Dan usaha yang mesti dijalani ya, lakuin apa saja agar cita-cita ini kewujud (bukan dengan menghalalkan segala cara loh…). Sampe urusan ngeblog pun juga perlu dipertimbangkan, nganter ke cita-cita pa gak ya….. gitu….
Menurutku, cita-cita ini akan menjadi hal utama dari seseorang yang kemudian akan membentuk gaya dia membawa diri, termasuk juga cara berpikirnya, cara menghadapi masalah dan menentukan solusinya, dan semua hal yang berkait dengan dirinya. Cita-cita dan usaha untuk meraihnya ini akan berkembang menjadi keyakinan bagi dirinya, akan menjadi ideologi bagi perjalanan hidupnya.
Bicara sedikit soal ideologi, dienul Islam juga mengajarkan adanya cita-cita untuk mendapatkan sesuatu yang berarti dalam hidup ini. Sekali lagi, ada dua perspektif cita-cita, yakni
Apa cita-cita pribadi seorang muslim itu?
Apa pula cita-cita untuk kelompok masyarakat (muslim) itu?
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ….
Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? ( Ash Shoff: 10 )
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal sholih, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. ( Al Maidah: 9 )
وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ وَرِضْوَانٌ مِنْ اللَّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di jannah ‘Adn. Dan keridloan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar. ( At Taubah: 72 )
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمْ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمْ الْفَاسِقُونَ
Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang sholih bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan (melegalkan, meresmikan) bagi mereka dien (agama, aturan, undang-undang) mereka yang telah diridloi-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. ( An Nuur: 55 )
Cita-cita yang luhur kan? Cita-cita siapa…? KITA SEMUAAAAAAAAAA………..
Tapi gimana cara meraih dan mewujudkannya?
Yang jelas, semua kelakuan, semua pemikiran, semua langkah harus menuju ke sana, ke arah terwujudnya cita-cita. Baik hal kecil maupun hal besar, dan semua mulai dari diri sendiri.
Dan apakah itu…???
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.






ilmu itu ada 3, Qur'an Hadits dan Faraidh. yang lain hanyalah tambahan
Mmmmm…. ana…. mmmm…. mau….. mmm… nikah bro…
*Mesem-mesem malu mode ON*
Komentar oleh Ibn Abd Muis — Maret 24, 2009 #
Lah… komentar di atas kok berbau spamnya… masak komentar nggak nyambung sama postingannya, atau mas ibn Abd Muis ini sudah ketularan sama bang Habib yang sering memposting postingan yang antara judul dan isinya nggak connect… he..he..he..
Komentar oleh muftialy — Maret 26, 2009 #
Dan apakah itu…???
Ya salah duanya: Belajar disiplin (terutama yg 5 waktu) & jujur (bukan jujur kacang ijo lo)….. Dua hal ini masih berusaha aku ajeg-kan! Tapi kok yo angel ya mas habib… piye to cara ne menurut sampean biar dua hal tsb menjadi hoby n bukan siksaan!!!
He.. he gitu aja..! Salam kenal dari saya Rusmt, di Sumbawa!!! Saya juga keturunan wong kaki gunung lawu kok kang!!!
Komentar oleh Rusmt — Maret 28, 2009 #
Weiii… ajaib….!
Kok comentku langsung kemuat!!!!
…….. ……. Weeeh Ngisin-ngisini wae….!
Sorry yo !!
Komentar oleh Rusmt — Maret 28, 2009 #
yach cara kita tuk mewujutkan cita2, harus slalu dekat terus donk pada Allah dengan cara ibadah,amal sholeh,dan……yang lainnya pokoknya bisa mendekatkan diri kita kepada Allah.Supaya allah sayang pada kita tul ngga’. bukannya malah berleha2 di dunia hanya tuk mencari kekayaan saja ok.
Komentar oleh dzakira — April 17, 2009 #