Susahnya Mencari Sekolah Inklusi

Juni 30, 2008 at 9:11 pm | In jalan-jalan | 29 Comments

Hak pendidikan anak berkebutuhan khusus belum terpenuhi. Resistensi orang tua anak reguler perlu dibuang.

Tahun ajaran baru, saatnya kepala orang tua nyut-nyutan. Pokok soalnya, tentu saja, mencari sekolah bagi anak-anak mereka. Beban itu makin terasa menyesakkan bagi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Setidaknya itulah yang sempat dialami Sonny Dirgantara, orang tua Kiflan, 7 tahun, dan Nyonya Soviany, orang tua Radit, 7 tahun.

“Susah sekali mencari sekolah dasar reguler yang mau menerima Kiflan,” kata Sonny kepada Tempo, Sabtu lalu. Kiflan, anak tunggal Sonny, didiagnosis mengalami ADD alias attention deficit disorder. Gangguan yang ditandai dengan gejala daya konsentrasi dan kontrol diri yang rendah ini diketahui Sonny sejak Kiflan berusia 3 tahun. Sebagai warga negara Indonesia, kata warga Bondongan, Kota Bogor, ini, “Anak saya kan juga punya hak untuk mendapat pendidikan yang layak sejak usia dini.”

Keluhan serupa disampaikan Soviany. Radit, anak sulungnya yang didiagnosis mengalami ADHD (attention deficit hyperactive disorder), jenis gangguan perilaku yang ditandai dengan gejala daya konsentrasi dan kontrol diri rendah, plus memiliki aktivitas tinggi tapi tidak terarah (hiperaktif), juga mengalami sejumlah penolakan. “Alasannya, sumber daya yang menangani di sekolah tersebut tidak ada,” kata Soviany, yang tinggal di kawasan Kebon Pedes, Bogor, ini.

Beruntung, setelah kepentok sana-sini, akhirnya dua anak berkebutuhan khusus lulusan sekolah reguler Antz School Playgroup and Kindergarten, Bogor, itu, mendapat sekolah juga. Kiflan diterima di SD Negeri Batu Tulis 2, Bogor, sementara Radit menclok di Sekolah Islam Terpadu Fajar Hidayah, Sentul City, Bogor. “Dari segi kemampuan, keduanya memiliki kemampuan akademik yang memadai,” kata Retno Lelyani Dewi, psikolog dari Multipro, Bogor, yang menangani Kiflan dan Radit. “Mereka siap untuk meneruskan ke jenjang sekolah dasar.”

Sonny dan Sofiany memilih menyekolahkan buah hatinya ke sekolah reguler dengan orientasi inklusi, bukan ke sekolah luar bisa (special school) yang secara eksklusif diperuntukkan bagi anak “berkelainan” atau “luar biasa”. Sebab, keduanya percaya pergaulan dan interaksi dengan teman-teman sebaya yang dikategorikan normal akan membuat potensi anak mereka lebih berkembang.

“Setelah diterima, orang tua juga nggak mungkin melepas begitu saja,” kata Soviany. Di Fajar Hidayah, misalnya, ibu muda itu harus menyediakan shadow teacher alias guru bantu untuk mendampingi Radit. Dengan cara seperti itu, kata dia, “Mestinya pengelola sekolah reguler itu tak perlu khawatir menerima anak berkebutuhan khusus.”

Kisah Kiflan dan Radit hanyalah sedikit contoh dari berlikunya perjuangan orang tua dengan anak berkebutuhan khusus dalam mencari sekolah. Selain ADD/ADHD, mereka yang masuk kategori ini, antara lain, anak-anak yang kesulitan belajar, gangguan Rett, sindrom Down, dan anak yang hidup dalam dunianya sendiri (autisme).

“Di Indonesia, meski angka prevalensinya secara pasti susah didapat, jumlah anak-anak berkebutuhan khusus itu terus meningkat,” kata Retno. Dalam buku Mengenal dan Membantu Penyandang Autisme, sekadar contoh, Yosfan Azwandi menyodorkan data peningkatan penderita autisme. Pada 1998, hanya tercatat satu kasus baru pasien dengan gangguan autisme di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Lonjakan terjadi dua tahun kemudian. Pada 2000, tercatat jumlah pasien baru autisme mencapai 103 kasus.

Dengan prevalensi yang terus meningkat itu, menurut Lara Fridani, psikolog dan dosen pendidikan anak usia dini di Universitas Negeri Jakarta, kesiapan sekolah reguler dengan orientasi inklusi mesti digenjot. “Memang tak gampang karena banyak yang harus disiapkan,” kata alumnus Universitas Monash, Australia, yang menekuni bidang anak-anak berkebutuhan khusus ini. Selain sarana dan prasarana, sumber daya manusia, Lara melanjutkan, dan sosialisasi A-Z ihwal anak berkebutuhan khusus menjadi kunci penting.

Sekadar gambaran, ia pernah menemui kasus orang tua anak-anak reguler mengancam akan menarik keluar anaknya jika sampai sekolah itu menerima anak berkebutuhan khusus. Alasannya, mereka khawatir anak-anaknya, misalnya, nanti terpengaruh dan takut kena pukul. “Tak terlihat ada empati di sana,” kata Lara, tak habis mengerti. “Apa yang terjadi dengan orang-orang tua itu?”

Kepada Tempo, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Profesor Suyanto mengakui adanya sejumlah kendala bagi sekolah reguler untuk menerima anak berkebutuhan khusus. Kenyataannya, sarana, prasarana, dan sumber daya manusia yang ada memang sangat terbatas. Untuk hal ini, departemen akan berupaya melengkapi secara bertahap. Di samping itu, seperti temuan Lara, secara kultural, kata Suyanto, “Terkadang ada kendala berupa resistensi dari orang tua siswa reguler.”

Menurut Lara, resistensi semacam itu sudah saatnya dibuang. Sebab, anak-anak berkebutuhan khusus juga punya hak untuk mendapat pendidikan laiknya anak-anak normal di sekolah reguler. Hal itu sejalan dengan Pernyataan Salamanca tentang Pendidikan Inklusif (The Salamanca Statement of Inclusive), yang diteken para delegasi Konferensi Dunia tentang Pendidikan Kebutuhan Khusus dari 92 pemerintah dan 25 organisasi internasional di Salamanca, Spanyol, 7-10 Juni 1994.

“Cuma, anak berkebutuhan khusus yang hendak masuk sekolah reguler mesti sudah mendapat intervensi dan terapi untuk meningkatkan kemampuannya,” Lara mengingatkan. Bisa diterimanya Kiflan dan Radit ke jenjang sekolah dasar, menurut dia, tak lepas dari terapi berkelanjutan yang disediakan orang tua mereka, seperti terapi okupasi, wicara, dan sensori integrasi. Tanpa intervensi dan terapi yang memadai, kemampuan anak itu sulit berkembang. “Kasihan anak tersebut bila sampai terjadi seperti itu,” kata Lara, “Gurunya repot dan orang tuanya pun rugi.”

& Komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

  1. Mohon informasi sekolah2 utk anak autis, terutama di Jakarta. terima kasih.

  2. Mohon informasi sekolah2 untuk anak autis di Jogyakarta

    -
    yang di Yogya…..infonya dong…. (ingat pernah ada yang mampir dari Yogya nih)

  3. mohon sekli mengenai informasi sekolah inklusi di surabaya dan malang.terimakasih.

  4. Mohon informasi alamat sekolah inklusi di Bekasi dan jakarta bisa dikirim ke email saya. Terima kasih

  5. salam,
    mohon sekali informasi mengenai sekolah2 inklusi di jawa timur.terimakasih atas bantuan informasinya.

  6. MOHON INFO SEKOLAH INKLUSI DI BEKASI SELATAN BAIK YANG NEGERI MAUPUN YANG SWASTA

  7. mohon info sekolah tk inklusi yang ada dijakarta. terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya

    -
    mohon bagi yang punya info, silakan berbagi….

  8. Sekolah inklusi tingkat smp dan sma,serta khusus autis ada, kebetulan saya ikut mengelola di kebayoran baru, Jakarta selatan bisa hub saya di yunnie_ssbali@yahoo.com

  9. Dear Friends, Saya baru membuka situs ini tepat 3 hari setelah hari pendidikan nasional. Saya sedang mencari sekolah inklusi untuk tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ataupun Sekolah Menengah Industri Pariwisata (SMIP) untuk kelanjutan pendidikan putra saya yang tahun depan akan lulus SMP. Saat ini Alhamdulillah putra saya sekolah di Sekolah Menengah Islam Plus Darul Jannah Cibinong, dimana sekolah tersebut akhirnya mendapat izin untuk menjadi sekolah inklusi dimana anak saya yang masuk kategori Slow-learner dapat mengembangkan segenap potensi dirinya diluar kewajiban nilai2 akademis yang menjadi tuntutan utama pada sekolah2 umum. Semoga informasi mengenai sekolah inklusi dapat lebih disebarluaskan, sehingga kami orang tua yang memiliki anak Special Needs/Special Education dapat informasi yang jelas dalam hal menentukan pendidikan terbaik anak-anak kami.

  10. Informasi Sekolah Inclusive Surabaya
    Sekolah Galuh Handayani (www.galuhhandayani.com)
    Jl. Manyar Sambongan 87-89
    email : ningruam_galuh@yahoo.com
    Untuk informasi lebih lanjut hub aja:
    031-5018129
    031-5054040

  11. Ada yang tau infrmasi sekolah SMA buat nak brkebutuhan khusus ga?tp yg di daerah bandung?pliz ksh tw y!

  12. dimana sekolah inklusi yang ada di bkasi utara or selatan…
    minta informnya dund…
    lz..
    thanx.

  13. salam
    mohon info sekolah sd inklusi yang ada disekitar pondok gede. terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya

  14. Mohon informasi untuk sekolah ADHD tingkat SMP yang ada di kota Malang.

  15. Untuk informasi sekolah inklusi Negeri di Jakarta bisa menghubungi Drs. Bunawan di 021-71088465. Beliau salah satu pengurus di PPCI (Persatuan Penyandang Cacat Indonesia)

  16. mohon tanya, di mana smp inklusi swasta yg ada di jakarta? ksh taw ya…

  17. mohon informasi smp inklusi di Bandung

  18. mohon infonya sekolah smp berkebutuhan khusus yg ada di sekitar tambun bekasi. anak kami slowleaner. trimakasih.

  19. mohon infonya smpn dan smp swasta kebutuhan khusus (ADHD) yang ada disekitar depok- cimanggis bogor

  20. dear all….mohon info sekolah umum yang menyediakan guru pendamping ato tk inklusi didaerah sekitar bekasi dan jakarta timur ya…tx bgt

  21. alamat smp islam plus darul jannah yang ada di cibinong dunkks

  22. Mohon info sd di Yogya , kami berencana pindah ke jogja
    tx

  23. klo anak special needs karena keadaan ekonomi shadownya ibunya sendiri bagaimana??? apa dampaknya???

  24. saya kebetulan praktisi home schooling and home care bagi anak berkebutuhan khusus… bagi yang ingin info lebih detail sekolah2 khusus atau sekolah inklusi wilayah jogja bisa menghubungi saya di 0274 8267882

  25. mohon informasi sekolah dasar inklusi didaerah pamulang ciputat dan sekitarnya…terimakasih banyak rekan2

  26. Tolong infonya untuk sd inklusi di bekasi dan jakarta. TX

  27. Mohon Informasinya SD Kristen / Negeri Inklusi di wilayah Jakarta Timur Tks Salam untuk semua

  28. mohon informasinya sekolah SD swasta inklusi di wilayah jakarta utara

  29. Ass,Wr,Wb

    Untuk yg tinggal didaerah Jakarta Selatan / Depok bisa mencoba visit ke Sekolah TK/SD Lentera Insan ( TK di Kelapa Dua, SD-nya di Cimanggis ),Bisa juga visit ke SD/SMP Al Fikri di Depok ( Dekat RS. HGA/ Perumahan Grand Depok City ),..

    Wass, Wr,Wb,..
    Heru


Tinggalkan komentar

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.