Bolos Sekolah Bolos Kerja

Mei 13, 2008 at 7:44 am | In jalan-jalan |
Karanganyar (Espos)–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Tim Lima Penegakan Disiplin melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Kecamatan Jumantono dan Karanganyar, Sabtu (10/5). Namun, dalam Sidak tersebut, tidak ditemukan pegawai Pemkab yang membolos kerja.
Tim yang dipimpin Asisten II Setda Karanganyar, Sukismiyadi itu melakukan Sidak terhadap kedisiplinan pegawai Pemkab, di Kantor Kecamatan Jumantono, SMPN 1 Jumantono, Kelurahan Jantiharjo dan Kelurahan Tegalgede. Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi (KIK) Karanganyar, Iskandar melalui Kasi Kehumasan Bambang Sugito, menjelaskan tidak ditemukan pegawai yang bolos kerja.
Pegawai yang tidak masuk, semuanya memberikan keterangan. Di Kantor Kecamatan Jumantono, ada dua pegawai yang izin tidak masuk dan dua pegawai yang dinas luar. Kemudian di SMPN 1 Jumantono, enam pegawai diketahui dinas luar dan seorang lagi izin tidak masuk.
Dalam kesempatan itu, lanjutnya, ketua tim juga memberikan pengarahan dan pembinaan kepada pegawai untuk menerapkan kedisiplinan sebagai aparatur pemerintah. Di samping itu, ditegaskan pula agar para pegawai di lingkungan Pemkab Karanganyar menjaga netralitas, terutama dalam Pemilihan Gubernur Jateng dan Pemilihan Bupati Karanganyar.

Anu….hi..hi…hi..hi..ih..ih

Sempet juga terlihat olehku beberapa waktu yang lalu, dari jalanan Slamet Riyadi. Tampak di kawasan pusat belanja megah di Solo beberapa orang PNS dengan seragamnya digiring oleh seorang petugas. Entah ada kejadian apa, tapi sepertinya para PNS itu ketangkep basah bolos kerja, terus jalan-jalan di grand mall. Wadhuh…wadhuh….

Juga beberapa waktu lalu, di sebuah taman kota di Karanganyar, kota tempatku tinggal, ada orang main kejar-kejaran. Bukan anak-anak tapinya. Yang dikejar ngumpet, terus yang ngejar celingak-celinguk nyari calon korbannya. Hi….hi…hi….

Terus aku juga inget waktu masa-masa di SMA dulu (sekarang SMA udah nggak ada lagi, diganti SMU, bedanya apa ya…).

Pak guru harus bawa uang saku ekstra untuk main petak umpet dengan kami. Ngaku aja, aku ini paling males ikut upacara, hi..hi..hi… waktunya yang lain upacara paling kami nongkrong di warung di depan kampus UMS (dulu UMS punya kampus di Karanganyar).

Ya…kebiasaan bolos.

Kalau namanya anak-anak mah wajar-wajar aja. Masa sekolah adalah masa yang paling mengasyikan kalau acara bolos jadi kebiasaan. Nggak ngajarin lho ya, jadi jangan meniru adegan ini tanpa disertai konsultan atau tim ahli. Paling-paling caper, cari permen. Nggak model kriminil gitu, apalagi yang mesum-mesum kayak sebagian anak sekolah di negeri ini. Jaman dulu nggak model handphone. Motor aja cuman Suzuki RC100 Spirit yang biru punyaku. He…he… jadi kalo mbolos ya paling ke warung mbok siapa itu lupa namanya….

Lha, kalau kebiasaan ini kebawa sampai tua kan berabe tuh… Udah jadi PNS juga masih suka bolos. Nggak malu sama anak-anak apa. Gimana coba kalo kepoto ama paparaci (baca: paparazzi), ato ke-shoot ama stasiun tv, terus anak apa istri, apa ortu apalagi mertua kita ngeliat. Muka ditaruh dimana ya…

Eh…jangan-jangan makhluk yang namanya “malu” sudah hengkang dari negeri Indonesia kali ya. Ya nech… BBM naik lagi sech…..

1 Komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

  1. Mas. Bolos kayaknya asik ya. Sampe nggak bisa ninggalin itu kebiasaan. Aku suka bolos nggak ya?
    Melihat kebiasaan buruk waktu kecil yang terbawa sampai dewasa gitu kalau menurut temanku menunjukkan bahwa seseorang itu punya kelainan. Atau masa tumbuh kembangnya ada yang terlewatkan. Barangkali masa kecil kurang bahagia. Terus cari tantangan, lalu ketagihan. Barangkali lho ya.

    Komentar oleh cinta — Mei 13, 2008 #

Tinggalkan komentar

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.