Selamat Anda pemenang hadiah ke I sebuah Mobil Honda Jazz

Mei 12, 2008 at 10:18 pm | In lubang keledai |

Pas lagi liat berita tipu-tipu, dapet lagi ni atu….

Di salah satu blog aku temuin postingan macem gini:

Saya ingin menyampaikan pengalaman yang baru saya alami pagi ini, Jum’at 10 November 2006. Pagi tadi, adik saya mandi dengan sabun Merk Lifeboy. Saat mandi ia menemukan di dalam sabun tersebut sepotong kertas yang dibungkus plastik.

Kertas tersebut bertuliskan, “Selamat Anda pemenang hadiah ke I sebuah Mobil Honda Jazz” Untuk konfirmasi silakan hubungi hotline PT.Unilever 68553411 atau hubungi Bp.Beny Wijaya Promotion Manager Unilever 085885842552. No undiannya adalah 073990. Undian ini berlaku hingga september 2006.

Setelah membaca kertas tersebut, selesai mandi adik saya langsung menghubungi Hotline yang disebutkan dan benar saja ketika ditanyakan perihal undian tersebut si penerima telp langsung mengatakan kalau adik saya adalah pemenang Honda Jazz namun untuk detailnya disuruh menghubungi Bp.Beny Wijaya.

Saat menghubungi Bp Beny Wijaya dia diberitahu kalau masa berlaku undian ini sudah habis sehingga mobil Honda Jazz yang sedianya sebagai hadiah saat ini sudah diserahkan ke balai Lelang Balindo yang ada di Cibitung Bekasi dengan alamat Jl.Mohamad Luthfi Kav.52 No.28 Cibitung Bekasi untuk dilelang hari ini.

Namun, karena lelangnya baru akan berlangsung pk 11.00 wib –saat itu kira kira pk 10.00 wib– maka Bp Beny Wijaya mengatakan kepada adik saya bahwa masih ada kesempatan untuk mendapatkan hadiah tersebut yaitu dengan membatalkan lelang.

Untuk itu, adik saya disuruh menghubungi balai lelang tersebut untuk berbicara dengan Bp.Ricky Fandi di no telp 081584290098. saat dihubungi Bp. Ricky Fandi membenarkan bahwa lelang masih bisa dibatalkan namun adik saya harus membayar biaya pembatalan lelang yaitu sebesar Rp 3.500.000 ke rekening Bp. Eko Sarwono 0097812986 di Bank BNI sebelum pk 11.00 wib.

Dia juga memerintahkan, setelah ditransfer slipnya agar langsung di Fax ke : 021 8604846. Setelah fax diterima baru pembatalan dapat dilaksanakan.

Merasa yakin akan undian ini adik saya menelpon saya dikantor dan minta saya langsung transfer uang tersebut sebelum pk 11.00 wib. Karena saya merasa kurang yakin maka saya tanya 108 no hotline dari PT Unilever yaitu 5262112 (beda dengan hotline pada Undian). Saat saya hubungi, benar no dari 108 ini adalah PT. Unilever. Oleh operator saya disuruh langsung menghungi telp Suara Konsumen Unilever di 5299 5299.

Saat konfirmasi kepada operator penerima telp tentang undian tadi, operator langsung menjawab bahwa itu adalah penipuan. Menurutnya, penipuan semacam ini sedang marak di Sumatera dan Jawa.

Saat saya tanya bagaimana mungkin kertas pemenang undian itu ada didalam sabun, ia menjelaskan para penipu ini membeli sabun lifebuoy dari supermarket - supermarkat kemudian dengan cara mereka sendiri memasukkan kertas bertuliskan pemenang undian tersebut kedalam Sabun Mandi (bukan dalam kemasan) setelah itu mereka kembalikan lagi ke suprmarket tersebut.

Saat konsumen membeli bisa saja mereka mengambil sabun yang sudah direkayasa tersebut. selanjutnya seperti yang adik saya alami. Semoga cerita ini dapat membantu konsumen lainnya agar hati-hati dengan modus penipuan ini.

Haryono (harry_9830@yahoo.com)
Jl.Jembatan Batu No.48 Jakarta Barat

He…eh…

emang berita lama….tapi,

Indonesia lagi….

Kayaknya Indonesia ini emang negara kaya. Kaya apa saja, sampai para penipu pun menjadi koleksinya.

Tapi kok ya mereka ni tetep merajaratu ya (gantinya merajalela). Apa negara ini nggak ada peraturan yang melindungi para penipu sech….kebalik ya…. nggak tuh. Para penipu dilindungi supaya nggak kelayapan nyari mangsa, gitu..

Kalo ngeliat kasus diatas, bagaimana pihak sabunnya ya…. pa diem aja gitu….pa gimana gitu ya.

Tapi pastinya namanya kan tercoreng. Konsumen pastinya kecewa kan? Terus pasti muncul dugaan yang keliru soal itu. Kayaknya soapmakernya bakalan nggak terima nih. (nggak mprovokasi lho ya…)

Dan juga kalo diperhatiin, nomer-nomer hp yang biasa dipake oleh para penipu itu kan nomer prabayar. Jelas keliatan bo’ongnya kan. Masa kantor pake nomer prabayar. Perusahaan besar nomernya ganti-ganti gara-gara kehabisan pulsa. Kan lucu…

Lha, kalo nomer prabayar kan sudah ada prosedur registrasi. Jadi bisa aja pemerintah melacak itu nomer, terus ambil tindakan semestinya. Ya kan?

Ah entahlah…. Indonesiaku….

Masih belum ada komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.